
GIANYAR – Tahun 2021, produksi jeruk siam di Kabupaten Gianyar mencapai 50.363 ton. Dari hasil itu, 60 persen dipasok ke Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Gianyar Wayan Suarta mengatakan, jeruk siam petani Gianyar menjadi salah satu menu pilihan bagi hotel dan restoran di luar Bali.
Jeruk siam banyak ditanam oleh petani di wilayah Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. Suarta menyebut keunggulan jeruk siam petani Gianyar adalah masa panen lebih cepat dibanding jeruk siam Kintamani.
“Salah satu keunggulannya jeruk siam Gianyar berbuah mulai Juni, Juli dan Agustus. Sedangkan jeruk Kintamani baru berbuah pada September, Oktober dan Desember sehingga jeruk Gianyar lebih dahulu menguasai pasar,”kata Suarta.
Ia juga mengungkapkan selama ini petani tidak sampai membuang hasil panen di saat harga anjlok. “Selama ini selalu laku di pasaran dan di saat harga anjlok petani jeruk tidak benar-benar merugi,” ungkapnya.








