
KLUNGKUNG-Pecinta drama gong di Bali kembali kehilangan idola. Setelah beberapa pemeran drama gong, seperti Gede Yudana, Dolar, Dadab, Kiul.
Kini pecinta drama gong kehilangan AA Gede Rai Kalam. AA Gede Rai Kalam, pemeran patih anom dalam pertunjukan drama gong, meninggal dunia Senin (20/12/2021) sekitar pukul 10.00 wita.
Tokoh sekaligus seniman panggung ini meninggal dunia di rumahnya Puri kawan Satria, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.
“Beliau sempat dirawat di rumah sakit sekitar tiga minggu lalu, karena keluhan sesak nafas,” tandas AA Gde Sayang, sepupu dari AA Gede Rai Kalam ditemui di Puri Satria Kawan.
Pulang dari rumah sakit, kondisi AA Rai Kalam sudah cukup membaik. Bahkan yang bersangkutan sempat bercengkrama dengan salah seorang cucunya.
“Kemarin ajik (bapak) sempat minta dicukur, jenggotnya minta dikuris, minta potong kuku,” kata AA Istri Oka Yuniari, anak kedua dari lima bersaudara ini.
Seniman senior sekaligus bintang drama gong ini, mengawali sebagai seniman drama gong sejak tahun 1950 an. Pentas drama gong mencapai puncak keemasan era tahun 1980-1990.
Rai Kalam dikenal lihai dan pintar berdebat saat di atas panggung. Lawan mainnya Wayan Dapet, pemeran patih agung.
Patih anom identik dengan peran protagonis sebaliknya patih agung identik dengan tokoh antagonis. (yan)








