
GIANYAR – Belum pulihnya penerbangan internasioanal, pada tahun 2022, Ubud Hotel Asosiasi (UHA) banting stir untuk fokus pada pangsa pasar toris domestik. Mengingat pasar domestik cukup besar dan belum tergarap maksimal.
“Tahun depan kami tidak pasrah. Kami berencana road show ke domestik market,” ujar Ketua Komite Anniversary UHA ke-17, Putu Subali Adiputra, Jumat (17/12/2021). Untuk memuluskan rencana itu UHA berencana bersatu menggarap pangsa domestik.
“Domestik bukan murahan, potensi mereka beli mahal ada. Domestik yang hight class sekarang mereka sulit keluar negeri,” ujarnya. Selama ini, Ubud menjual sesuatu yang berbeda. “Tiap hotel punya keunikan sendiri. Suatu yang beda, itu yang kami angkat,” jelasnya.
Ia menambhakan, selama ini Ubud tidak menelantarkan pasar domestik. Hanya konsep Ubud yang lebih ke cultural, natural, dan healing selama ini kurang diminati oleh domestik. “Mereka lebih suka di Nusa Dua atau Kuta. Sehingga fokus kita lebih ke wisman, namun tahun 2022 nanti kita akan lebih mengenalkan konsep Ubud ini untuk manarik domestik,” jelasnya.
Mengenai okupansi, diakui ada, namun tidak merata. “Di beberapa tempat tidak tersentuh. Ini harapan, jangan sampai di beberapa tempat saja,” terangnya.
Pada usia yang ke-17, UHA merayakan untuk menjaga silaturahmi antar member. “Meski pandemi, harapan, silaturahmi anggota terjaga. Disini kami menelorkan hal positif. Meskipun badai ada. Kami yakin, semua punya badai yang sama, namun batasan berbeda. Ini momentum kami mati bersatu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua UHA, Gede Karilo, mengatakan mengenai hunian hotel, saat ini di bawah 10 persen. “Kami harus buka pikiran kita. Sekarang Bali ramai sekarang. Maka domestik kami jelaskan bahwa Ubud menawarkan keindahan alam, yoga, dan lainnya,” terangnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap border internasional di Bandara Ngurah Rai dibuka. “Kami berharap buka airport. Apalagi Bali lebih siap, kami melengkapi diri dengan CHSE,” pungkasnya. (jay)








