
TABANAN – Para pelaku dunia bulutangkis termasuk panitia penyelenggara even Indonesian Badminton Festival (IBF) yang baru-baru ini sukses digelar di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, turut peduli dengan warga yang terdampak pandemi Covid -19. Mereka memberikan bantuan sosial (Bansos) dengan tajuk “PBSI Berbagi”.
Ketua Umum Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali, I Wayan Winurjaya menjelaskan, ada 17 yayasan dan kelompok masyarakat yang ada di Bali mendapat bantuan tersebut. Diantaranya dari Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli, Gianyar dan Karangasem.
Tujuh belas yayasan itu mendapat bantuan berbeda-beda. Enam mendapat fresh money masing-masing Rp 30 juta, sedangkan 11 lainnya mendapat bantuan barang berupa air mineral, susu, snack dan minuman ringan lainnya, istilahnya mendapat sembako.
“Nantinya bantuan itu disalurkan kepada masyarakat yang terdampak di wilayah mereka masing-masing. Kalau yang di Bangli ya kepada masyarakat yang ada di sana. Begitu juga kota maupun kabupaten lainnya,” terang Winurjaya, saat penyerahan bantuan sosial itu di kawasan GOR Bulutangkis Dewarra, Tabanan, Jumat (17/12/2021).
Keenam yayasan yang terlebih dahulu menerima bantuan berupa fresh money itu yakni Pasraman Gurkula Bangli, PPSKD (Persatuan Pedagang Souvernir Kodya Denpasar), GPYP (Group Peduli Yatim Piatu), Yayasan Syailendra Tali Kasih, Grup Musik SDMC Bali dan Metamamamagha (Yayasan Pengasuh Bayi dan Anak-anak). Fresh money itu langsung diberikan ke rekening masing-masing yayasan pada tanggal 5 Desember lalu, tepat saat penutupan Indonesian Badminton Festival.
Sementara 11 yayasan dan kelompok masyarakat penerima bantuan berupa barang itu disebutkan Winurjaya, yakni bantuan untuk Pemangku Pura desa lan Puseh Desa Kerobokan, Kuta Utara. Bantuan itu diprioritaskan untuk pemangku Pura Desa, Pemade Desa, Pemade Gede, Penyade dan pemangku lansia. Kemudian Kelompok Lansia miskin di Desa Adat Sidayu Tojan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Selanjutnya berturut-turut kelompok masyarakat miskin di Desa Batur Tengah, Kelompok siswa perwakilan klub yang atlitnya yatim piatu di Kabupaten Karangasem dan Kelompok masyarakat miskin di Kabupaten Karangasem, serta anak yatim piatu.
Kemudian kelompok masyarakat miskin Desa Catur Kabupayen Bangli, Yayasan Tapasya Stroke Center. Bantuan kepada Jro Mangku Budi Artini sebagai pedagang yang didistribusikan untuk kelompok masyarakat terdampak Covid-19, Kelompok masyarakat pedagang terdampak Covid-19, Yayasan Grahita Trihita Karana, Gianyar dan Kelompok spiritual yang membantu anak-anak dan spiritual kurang mampu.
Yayasan Dharma Yatra, Gianyar yang membantu fakir miskin dan keluarga kurang mampu dan terakhir Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala Tabanan. Total bantuan yang diberikan kepada ke-17 yayasan dan kelompok masyarak itu sebesar Rp 200 juta lebih.
Winurjaya berharap, bantuan yang diberikan lewat program ‘PBSI Berbagi’ ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak.
“Sudah diverifikasi semua yayasan dan kelompok masyarakat ini. Meski secara menyeluruh dengan mencakup Bali secara umum tidak bisa dilakukan, paling tidak apa yang dilakukan PBSI ini bisa setidaknya meringankan beban masyarakat,” tandasnya. (ari/jon)








