
DENPASAR – Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Airin Rachmi Diani mengaku optimis perempuan Bali bisa ambil bagian dalam momentum kemenangan Pileg, Pilpres dan Pilkada serentak tahun 2024. Ia berharap kaum hawa tidak ragu dalam berkiprah menjadi duta terbaik sebagai wakil masyarakat.
Airin Rachmi Diana mengatakan hal itu pada pengukuhan Pengurus KPPG Provinsi Bali di Sekretariat DPD Golkar Bali, Jumat (17/12/2021). Hadir pada kesempatan itu Waketum DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry.
Menurutnya, KPPG sebagai organisasi sayap Partai Golkar diharapkan terus bekerja dan berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Isu yang dinilai bisa dimainkan dalam perjuangan tersebut bahwa selama ini kaum perempuan selalu terpinggirkan dan termajinalkan. Partai Golkar melalui kader-kader perempuannya harus terus memperjuangkannya.
Hal penting dan paling prioritas yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran pengurus KPPG yang dikukuhkan yakni menuntaskan seluruh struktur kepengurusan KPPG mulai dari provinsi, kabupaten/kota, tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Kader perempuan partai Golkar yabg direkrut dalam kepengurusan tidak diperbolehkan lahir dari rahim saudara kandung sendiri.
“Kepengurusan KPPG tidak boleh lahir dari satu rahim melainkan harus dari saudara dan kerabat terjauh, kalau lahir dalam satu rahim saudara kandung, organisasi sayap partai Golkar tidak akan pernah berkembang,” pintanya.
Airin Rachmi Diani berharap ketika masalah kepengurusan seluruh organisasi sayap KPPG di semua tingkatan bisa diselesaikan dan melaksanakan semua program kerja, dirasakan akan lebih bisa memudahkan untuk pemenagan Pileg dan Pilres. “Kepengurusan KPPG harus tuntas sampai kecamatan, desa dan lurah,”harapnya.
Di tengah situasi keterpurukan ekonomi di Bali saat ini, KPPG Bali juga harus bisa mengambil peran dalam membela masyarakat yang selama ini termarjinalkan. Dengan perjuangan dan pembelaan yang dilakukan akan muncul rasa simpati masyarakat yang dibela sehingga akan menitipkan dirinya pada partai Golkar.
Seperti halnya dalam situasi keterpurukan pariwisata Bali saat ini, bagaimana pariwisata Bali bisa bangkit, masyarakat bisa makan. Sehingga perlu ide, gagasan serta tindakan nyatadan disini perlu kehadiran ketokohan kader Golkar yang disegani dan dihormati serta mampu mewujudkan harapan masyarakat.
Sementara, Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry menyampaikan partai Golkar semakin optimis, soliditas terbangun dengan baik dan indikatornya deklarasi bersama.
Menurutnya, Golkar Bali siap memberikan support kepada KPPG Bali untuk bergerak bersama untuk segera menyusun perencanaan yang baik. “Golkar Bali siapkan anggaran yang cukup untuk kaum perempuan partai Golkar,” janjinyaa.
Sementara dalam melaksanakan program partai Golkar, disadari Golkar saat ini masih nomor dua dan belum menjadi nomor satu. Untuk bisa maju lagi Golkar akan menawarkan ke masyarakat Bali, bahwa di era zaman orde baru menolak adanya mayoritas tunggal. Dalam perpolitikan saat ini yang terjadi di Bali adalah mayoritas tunggal yang dikuasai oleh salah satu partai. Sehingga tidak ada keseimbangan, olehkarenanya partai Golkar menawarkan keseimbangan kekuatan politik.
“Ketika ini bisa diwujudkan Golkar sudah siap untuk adu gagasan dan adu program. Golkar sendiri sudah membumikan program . Contoh Covid 19 telah menghancurkan pariwisata, itu karena mayoritas ekonomi Bali dikuasai sektor tersier/sektor jasa,” bebernya.
Dalam mewujudkan keseimbangan ekonomi dan pemerataan pembangunan, dalam menata pembangunan Bali harus dilakukan keseimbanhan perekonomian sektor primer/pertanian dan sektor skunder industri harus diberikan perhatian. Golkar sendiri telah melakukan itu salah satunya memberikan bibit advokat puluhan ribu kepada petani, memberikan stek bibit vanili, demplot jagung dan masih banyak program lainnya sebagai langkah strategi Golkar membumikan karya kekaryaan Golkar.
Dalam pengukuhan Pengurus KPPG juga dihadiri Waketum DPP Partai Golkar, Korwil Pemenangan Wilayah Bali NTB dan NTT, semua anggota Fraksi yang duduk di DPR RI DPRD Bali dan Kabupaten kota di Bali. (arn)








