
KUTA – Inisiatif tiga lembaga, LPM, Desa Adat, dan Lurah Kuta, dalam memanfaatkan kantung parkir Jalan Pantai Kuta sebagai tempat berjualan, tampak cukup membuahkan hasil. Roda perekonomian masyarakat mulai bergerak, sejak dilaksanakan pada sekitar tiga bulan lalu.
Awalnya, lapak-lapak milik masyarakat itu memang tampak sepi dari pengunjung. Namun belakangan, kunjungan terpantau mulai ramai. Hal itupun tidak dipungkiri Ketua LPM Kuta I Putu Adnyana. Dia mengaku bersyukur atas perkembangan yang terjadi. Karena terobosan itu memang dimunculkan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19.
“Kami resmi membuka slot untuk berjualan itu sekitar pertengahan September. Awal-awalnya, lokasi itu masih sepi. Bukan hanya pengunjung yang sepi, pedagangnya juga,” ucapnya Minggu (12/12/2021).
Seiring kebijakan pemerintah, situasi mulai berkembang positif. Banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan kesempatan tersebut, di tengah pengunjung yang semakin tumbuh.
Bukan hanya itu, sponsor juga mulai masuk dan memfasilitasi payung berjualan. Itu sekaligus memberikan warna dan nuansa yang baik. Meski demikian, Adnyana memastikan akan tetap melakukan pengawasan. Mengingat pada saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Kami tetap pantau dan ingatkan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan tidak berkerumun. Tentu harapan kami ke depan agar situasi dan perekonomian masyarakat segera normal kembali,” tandasnya.
Eka Setiawan, adalah seorang warga Kuta yang turut menggunakan kesempatan itu. Tiga bulan berlalu, Eka mengaku sangat terbantu dengan inovasi tersebut. Karena sejak awal pandemi, dirinya sudah tidak lagi bekerja di hotel.
“Kami sangat terbantu dengan solusi ini. Meski tidak seberapa, ya setidaknya saya bisa berpenghasilan,” ucapnya. (adi/jon)








