
GIANYAR – Pementasan calonarang di Banjar Baung, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, diwarnai ketegangan sejumlah penonton hingga nyaris terjadi baku hantam, Selasa (7/12/2021).
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, beberapa penonton terlihat saling dorong. Bahkan, salah seorang pemuda meloncat ke tengah kerumunan warga yang tengah bersitegang.
Kelian Dinas Banjar Baung I Kadek Arianta membenarkan video yang beredar itu terjadi di wilayahnya.
“Saya sendiri ada di lokasi. Kalau dibilang kerusuhan itu tidak benar. Hanya over kapasitas, yang menonton banyak, bahkan stage banyak orang sehingga susah untuk mengatur. Bahkan Pecalang kami juga kewalahan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (9/12/2021).
Calonarang dipentaskan di Pura Sakti Banjar Baung. Arianta menyebut sepanjang jalan dari jarak satu kilometer dari tempat pementasan dipenuhi warga yang penonton.
“Saking banyaknya penonton, watangan yang akan dibawa sampai ke setra tidak bisa bergerak dan akhirnya sampai di Balai Banjar saja yang jaraknya kurang lebih 40 meter dari lokasi stage karena jika dipaksakan, ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena banyak anak-anak muda,” ungkapnya.
Terkait rekaman seorang pemuda meloncat ke tengah kerumunan, Arianta menegaskan warganya tersebut ingin melerai sejumlah penonton yang hendak baku hantam.
“Dia terpaksa loncat karena akses susah. Dia ingin memecah kerumunan karena situasi sudah agak panas,” tegasnya.
Pementasan calonarang digelar serangkaian prosesi Ngunya Ida Betara Lingsir Pura Gunung Raung Taro ke Pura Sakti Banjar Baung.
“Rutenya, Ida Betara dari Pura Gunung Raung Taro menuju Tegallalang kemudian menuju Pura Sakti Banjar Baung. Mererepan satu hari, kemudian besoknya lanjut ke Puncak Payogan, Gunung Lebah, Pura Taman Ubud lalu kembali ke Taro,” sebutnya.
Lantaran moment langka, masyarakat pun cukup antusias hingga dari luar Banjar Baung ikut datang menonton. Arianta pun menyayangkan adanya informasi tidak benar beredar di media sosial.
“Tidak ada kerusuhan seperti yang diinfokan. Kalau benar ada kerusuhan pasti kami menghaturkan Guru Piduka,” tegasnya. (jay)








