
Presiden Jokowi saat meninjau tol Bali Mandara
KUTA – Hadirnya Presiden Joko Widodo meninjau Jalan Tol Bali Mandara, Kamis (2/11/2021) lalu, memberikan semangat baru bagi jajaran PT Jasamarga Bali Tol (JBT). Bukan hanya dalam hal pemberian pelayanan optimal, melainkan juga kaitan dengan hajatan KTT G-20 pada 2022 mendatang.
Seperti diketahui, Jalan Tol Bali Mandara adalah salah satu infrastruktur yang dicek kesiapannya oleh Presiden Jokowi kaitan dengan status Bali sebagai tuan rumah KTT G-20. Dalam peninjauan tersebut, Presiden Jokowi didampingi pula oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur.
Pada kesempatan tersebut Subakti sempat menjelaskan, bahwa PT Jasa Marga melalui PT JBT selaku anak perusahaannya, akan melakukan penataan dan penghijauan di sekitar Jalan Tol Bali Mandara. Hal tersebut dilakukan untuk menyuguhkan tampilan yang lebih baik, utamanya kepada para pemimpin negara G-20 yang nantinya akan melintas di atas Jalan Tol Bali Mandara ketika kegiatan KTT mulai berlangsung di Bali.
“Hal ini kami lakukan dalam rangka mendukung kesiapan Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT G-20 tersebut. InsyaAllah, awal Desember 2021 ini pengerjaannya sudah dapat dimulai dan akan dilaksanakan secara bertahap,” ujar Subakti.
Sementara itu, Direktur Utama PT JBT I Ketut Adiputra Karang membeberkan, sebagai wujud nyata dari dukungan tersebut maka pihaknya akan membuat landscape taman di wilayah jalan tol. Di antaranya yakni pada setiap akses masuk tol, median tol, serta empat taper tol.
“Tidak hanya dilakukan dalam rangka KTT G-20, secara berkala PT JBT juga melakukan program penghijauan di sekitar jalan tol, terutama penanaman mangrove. Hal ini sesuai dengan misi perusahaan, yakni mengoperasikan jalan tol dengan tetap menjaga keasrian lingkungan hidup dan budaya Bali,” sambungnya.
Bukan muluk-muluk, penghijauan melalui penanaman mangrove yang dimaksudkannya itu bahkan baru-baru ini telah dilakukan kembali oleh pihaknya. Tepatnya ketika perayaan HUT PT JBT ke-10 pada 25 November 2021 lalu, dalam bentuk penanaman 7000 bibit mangrove d sekitar pintu tol Benoa. Dan ke depan, PT JBT juga berencana akan melakukan aksi penghijauan serupa pada area Interchange Ngurah Rai.
“Penghijauan juga masih belum cukup jika tidak dibarengi oleh program penataan/beautifikasi di fasilitas jalan tol. Untuk itu, kami akan melakukan pengecatan ulang (coating) untuk barrier pembatas jalan tol dan railing motor, pembersihan dan beautifikasi seluruh gerbang tol, hingga pembersihan tiang pancang,” tambahnya.
Adi menargetkan, pekerjaan penghijauan dan penataan Jalan Tol Bali Mandara yang dilakukan secara bertahap itu dapat terselesaikan pada Agustus 2022 nanti. Atau sekitar dua bulan sebelum penyelenggaraan KTT G-20.
“Di tengah menggeliatnya kembali pariwisata di Bali, Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) Jalan Tol Bali Mandara di November 2021 ini meningkat hampir 100% jika dibandingkan dengan periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada bulan Juli 2021 lalu. Tidak hanya masyarakat lokal Bali, minat wisatawan mancanegara maupun domestik juga masih cukup tinggi untuk melewati Jalan Tol Bali Mandara di tengah kunjungannya,” tambah Adi menuturkan soal perkembangan traffic di Jalan Tol Bali Mandara.
Dia memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pekerjaan pemeliharaan periodik seperti scrapping, filling, overlay (SFO), expansion joint dan rekonstruksi perkerasan jalan tol. Hal tersebut tiada lain adalah untuk semakin meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan. (adi/jon)








