
JEMBRANA – Pandemi yang berjalan hampir dua tahun, Koperasi di Jembrana didorong menjalankan usahanya melalui pendekatan digitalisasi. Hal ini ditegaskan Bupati I Nengah Tamba, saat membukaan workshop bertajuk “Digitalisasi Menuju Koperasi Modern” di Aula Gedung Kesenian Ir Soekarno Rabu (1/12/2021).
Pandemi mengajarkan banyak hal kepada masyarakat, termasuk usaha Koperasi yang usahanya ikut terdampak. Bagaimana agar Koperasi memiliki pondasi yang kuat, sehat serta berkualitas dan berdaya saing dalam melayani anggotanya, diperlukan terobosan baru yakni ke arah digitalisasi pengelolaan.
Menurutnya, digitalisasi diyakini sangat membantu dalam penguatan Koperasi. Melalui pemanfaatan teknologi digital serta platform e-commerce, diyakini meningkatkan usaha yang dijalankan Koperasi. “Demikian halnya sisi pengelolaan harus diimbangi pula kepengurusan dan pengawasan berintegritas, kredibel, inovatif dan bertanggung jawab,“ tentunya.
Ditambahkan Bupati Tamba, melalui digitalisasi dapat pula melibatkan generasi milenial Jembrana terjun berusaha. “Apalagi sumberdaya, generasi milenial melek digital mencapai 23% dari jumlah penduduk Jembrana,” tandasnya.
Sementara Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Jembrana Gede Gunadnya menjelaskan, workshop digelar sehari, dikuti 100 perwakilan pengelola Koperasi di Jembrana, mulai dari Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) hingga Koperasi Wanita (Kopwan).
Diakui Gunadnya, situasi pandemi berpengaruh pada penurunan kuantitas volume usaha yang dijalankan sejumlah Koperasi, dibandingkan sebelum pandemi. (ara,dha)








