Pastikan Vaksin Covid-19 Halal, Vaksinasi di Pengambengan Libatkan Ulama

0
252
Kabinda Bali Brigjen Hadi Purnomo memantau langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 di Pengambengan.
Kabinda Bali Brigjen Hadi Purnomo memantau langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 di Pengambengan.

JEMBRANA – Vaksinasi masal yang disertai vaksinasi door to door ke rumah-rumah warga, menyasar 2.762 warga Desa Pengambengan. Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini digelar di Kantor Desa Pengambengan Kecamatan Negara Sabtu (27/11/2021).

Target vaksinasi di Desa Pengambengan yang merupakan kampung nelayan ini belum tercapai. Dari 13 ribu penduduk, baru tervaksin 7.927 atau sekitar 70 persen. Sedangkan yang belum tervaksin mencapai 2.762 jiwa atau sekitar 30 persen.

Hal ini disebabkan karena masih adanya anggapan warga bahwa vaksin dianggap tidak halal. Bahkan warga juga beranggapan vaksin Covid-19 menimbulkan efek kematian. Untuk mencapai target vaksinasi, Kepala Badan Intelegen Daerah (Kabinda) Provinsi Bali, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, Kodim 1617 dan Polres Jembrana.

Menariknya, vaksinasi di Pengambengan ini juga melibatkan tokoh ulama dari Nadlatul Ulama (NU) Jembrana. Hal ini untuk meyakinkan warga Pengambengan bahwa vaksin Covid-19 halal.

Vaksinasi masal ini, selain dipusatkan di halaman kantor desa, sedangkan untuk menyasar warga lansia atau disabilitas, petugas mendatangi langsung rumah-rumah warga sembari memberikan paket sembako.

Kabinda Bali, Brigjen Hadi Purnomo mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Khusus di Bali sudah dilaksanakan yang kesebelas kalinya, menyasar beberapa kabupaten/kota, dan nantinya kegiatan terus berlanjut.

“Untuk di Desa Pengambengan, kegiatan ditargetkan 1.250 vaksin, dan sudah disiapkan 1.000 vaksin Sinovac dan 250 vaksin Astrazeneca. Semuanya merupakan bantuan Pemprov Bali dan Kabupaten Jembrana,” terangnya.

Untuk capaian vaksinasi Covid-19 di Jembrana, kata Kabinda Hadi Purnomo, untuk tahap pertama sudah 115 persen, sedangkan tahap kedua 89 persen. “Artinya sudah bagus, sudah melebihi target di atas 70 persen,” paparnya.

Kabinda Hadi Purnomo juga menjamin vaksinasi Covid-19 ini halal. “Presiden sendiri sudah divaksin, bahkan sudah divaksin 2 kali, makanya tak perlu ada rasa ketakutan dan kekhawatiran berlebih di masyarakat,” pungkasnya. (ara,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × one =