Warga Cemenggaon Kelola Sampah Mandiri Melalui Teba Modifikasi

0
108

GIANYAR – Warga Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, mengelola sampah organik secara mandiri dengan membuat teba modifikasi.

Ketua Komunitas Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan I Wayan Balik Mustiana (46) mengatakan, teba modifikasi hanya memerlukan sedikit lahan.   Konsepnya cukup sederhana berupa lubang berdiameter 80 cm dengan kedalaman 2-3 meter menggunakan buis beton lengkap dengan penutupnya dengan tujuan supaya kuat.

“Bagi orang Bali jaman dulu, teba adalah tempat di belakang rumah untuk membuang sampah. Teba yang cukup luas juga ditanami pohon pisang, pohon kelapa, maupun sejenisnya. Namun kini, keberadaan teba semakin sempit dan nyaris jarang bisa ditemui karena sebagain besar sudah diisi bangunan toko maupun gudang,”ujar I Wayan Balik Mustiana.

“Teba modifikasi ini hanya untuk sampah organik, semisal sampah sisa daun, sisa jejahitan banten. Jadi, warga dituntut agar mau memilah. Kedalaman dua meter paling ideal sebagai hidupnya mikroba penghancur. Kalau lebih dalam dari itu, mikroba gak bisa hidup. Penghancuran tidak maksimal,” jelas I Wayan Balik Mustiana sembari menyebut teba modifikasi mulai digarap April 2021.

Ia menyebut saat ini sudah terdapat 350 unit teba modifikasi di seluruh rumah warga di Banjar Cemenggaon. Bahkan, ada 120 KK memiliki dua teba modifikasi.

“Teba modifikasi ini cepat penuh karena produksi sampah selalu unlimited. Makanya per KK bagusnya punya dua. Kalau yang satu penuh, buang di lubang satunya lagi. Sampah ini tidak perlu diapa-apakan, biarkan saja karena busuk sendiri. Boleh juga disiram air cucian beras untuk memancing mikroba berkumpul di sana,”ujarnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 4 =