
DENPASAR – Muay Thai kini fokus menggali atlet tarung agar bisa turun pada pra-PON maupun PON XXI/2024 di Aceh/ Sumatera Utara (Sumut). Ini untuk menambah petarung PON setelah pada PON XX/2020 di Papua lalu, Bali hanya diwakili satu atlet di nomor seni.
“Pastinya memang nanti di even nasional ke depannya kami akan fokus mengutamakan mengirimkan atlet tarung guna menggali atlet tarung potensial di PON 2024. Dan prioritas itu bakal kami lakukan saat ada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atau Liga Nasional (Liganas) nantinya,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov MI Bali sekaligus pelatih Muay Thai PON Bali lalu, Wayan Suwita, Kamis (18/11/2021).
Contohnya, pada Liganas pelajar dan mahasiswa yang rencananya dihelat pada 26-31 Desember 2021, atlet yang dikirimkan merupakan atlet tarung. Jika harus mengirimkan nomor seni maka akan dicarikan atlet yang bisa merangkap nomor tarung dan nomor seni.
“Itu sudah pasti, karena memang kami sudah mengajukan dananya ke KONI Bali dan sudah dibantu. Nanti hasil dari Liganas itu akan kami lanjutkan ke Kejurnas dan hasil itu akan kami lanjutkan ke pra-PON. Semoga di PON 2024 nanti semakin banyak atlet Muay Thai yang lolos,” terang Suwita.
Soal persiapan yang telah dilakukan sejak awal lanjutnya, dirinya telah melakukan latih tanding pada 15-16 Oktober 2021 yang diikuti 110 peserta. Dari sanalah ada pemetaan kekuatan kabupaten/kota untuk porprov dan penilaian terhadap atlet-atlet potensial khususnya nomor tarung.
“Banyak atlet tarung memiliki potensi lolos di pra-PON menuju PON 2024 nanti karena semua itu akan kami persiapkan lebih awal. Berbeda dengan di PON Papua lalu. Banyak yang menilai jika saja sebelum PON Papua dipersiapkan maka akan banyak atlet Muay Thai Bali yang lolos di PON Papua,” pungkas Suwita. (ari/jon)








