
DENPASAR – Dosen Seni Rupa I Wayan Sujana alias Suklu meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana ISI Denpasar. Ia mengangkat penelitian penciptaan karya seni yang dapat mendekatkan seni rupa pertunjukan kontemporer antara seniman dengan masyarakat.
Jalan keluar yang ditemukan adalah karya seni mendekati masyarakat, menciptakan peristiwa seni, serta masyarakat dan seniman berbaur menciptakan artepak seni. Karyanya diberi judul “Mobile Art Laboratory Ruang Alternatif Olah Seni Rupa Pertunjukan Berbasis Masyarakat” (MAL).
“ Fenomena seni rupa pertunjukan yang tidak mudah dipahami masyarakat, serta kurangnya literasi kesenirupaan yang memberi pengetahuan seni menggerakkan minat saya untuk saya jadikan bahan penelitian,” ujarnya, Rabu (17/11/2021).
Suklu menjelaskan, teori, konsep, pendekatan dan beberapa pustaka dibaca dalam rangka menemukan originalitas hasil penelitian. Teori-teori yang relevan sebagai kaji banding dalam penelitian. Di antaranya, Teori Seni dalam Masyarakat Satu Dimensi – Herbert Marcuse (aspek relasional estetik), Teori seni J.J Hogman (aspek Ide, aktiviti, dan artepak), Teori ANT (Actor Network Theory) – Bruno Latour (aspek translasi dan intermidiari proses), dan Teori Pendidikan Non-Formal Conscientizacao– Paulo Freire (aspek dialog bersama sebagai proses memecahkan masalah).
‘Topik empat teori tersebut sangat relevan dengan pendekatan Intermingle At Project (IAP) yang saya gunakan pada proses seni MAL,”ungkap peraih The Best 10 Indonesian Competition of Philip Morris Asian Art Award 2003 ini.
Suklu juga melakukan penelusuran penelitian disertasi yang sudah dilakukan peneliti lain melalui kajian pustaka untuk mendapatkan penelitian yang original menghidari plagiatisme.
Melalui penyusunan metode tahapan penciptaan MAL dan penciptaan MAL, kurun waktu dua tahun (2019-2021) MAL (mobile art laboratory) telah melakukan penjelajahan ke masyarakat. Di antaranya, Sawe Jembrana, Balai Kebudayaan Buleleng, Lapangan Umum Klungkung, ISI Denpasar, ARMA Ubud, Art Bali Nusa Dua, Titik Dua Ubud, Santrian Sanur, JKP Denpasar, dan Komaneka Ubud.
Sebagian mengasilkan desain pertunjukan, sebagian lagi desain pertunjukan dan implementasi. Komaneka Ubud sebagai tempat implementasi ujian tugas akhir dari 30 Juli – 6 September 2021. “Monument of Trajectory” menjadi judul seni rupa pertunjukan, schadule kegiatan berupa; sharing, workshop, perfomance.
Karyanya itulah mengantarkan Suklu dalam prosesi ujian hasil penelitian disertasi di Gedung Studio Rekam Prodi TV dan Film ISI Denpasar, pada Selasa (16/11/2021). Selaku promotornya, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., Co-promotor 1 Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.S.T, M.A. dan Co-promotor 2, Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn. (sur)








