
KUTA – Sekretaris Camat Kuta kini sedang menggenjot sebuah sistem baru dalam hal kependudukan yang disebut dengan istilah Sipeladuk. Para kepala lingkungan (kaling) pun sudah mendapatkan pelatihan, guna memanfaatkan sistem tersebut, seperti telihat di Kantor Camat Kuta, Senin (8/11/2021).
Mendampingi Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Sekretaris Camat Kuta I Made Agus Suantara menuturkan, Sipeladuk merupakan singkatan dari Sistem Informasi Pendataan dan Pelaporan Data Kependudukan. Itu merupakan sebuah sistem berbasis Microsoft Excel yang dibangun secara swadaya guna memudahkan dan pekerjaan para kaling.
“Embrio dari sistem ini sebenarnya muncul dari salah satu kaling kami di Kuta, yakni Kaling Banjar Pande, yang memang memiliki kemampuan di bidang Teknologi Informasi. Karena kebetulan saya sendiri mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021, atas seizin Pak Camat, jadi hal itulah yang saya angkat dan kembangkan,” ungkapnya.
Diakuinya, pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu faktor pendorong dirinya memunculkan inovasi tersebut. Utamanya berkenaan dengan adanya bantuan-bantuan baik dari Pemerintah Daerah ataupun Pusat, yang memerlukan data kependudukan valid dalam waktu singkat.
“Sistem ini sangat mudah dan praktis digunakan. Manfaatnya juga banyak kaitan dengan data kependudukan. Termasuk soal jumlah masyarakat yang memiliki hak pilih dalam pemilu, juga bisa terlihat melalui sistem ini,” ucapnya.
Di samping pendataan, sistem tersebut juga bermanfaat dalam hal pelayanan masyarakat. Dengan sistem tersebut, maka hanya dengan memasukkan kode tertentu, maka seluruh data warga terkait sudah secara otomatis terinput dalam formulir surat yang tersedia.
“Sampai saat ini, sedikitnya ada 16 item surat yang sudah kami siapkan. Dengan sistem ini, data akan tersimpan secara rapi, dan para kaling juga bisa bekerja dimanapun dengan hanya berbekalkan smartphone,” bebernya sembari mengatakan, sebagai penyempurnaan, ke depan sistem tersebut rencana dilengkapi dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
“Ujung tombak sistem ini adalah para kaling. Dan beruntung, di Kuta ini para kaling sangat antusias menyambut pemanfaatkan sistem ini,” sambungnya.
Sementara ini, sistem tersebut hanya sampai pada pekerjaan di tingkat kaling. Namun ke depan, hal serupa rencana diterapkan pula di tingkat kelurahan ataupun kecamatan.
Lahirnya terobosan Sipeladuk mendapat apresiasi positif seorang tokoh masyarakat Kuta I Gusti Anom Gumanti. Dalam sambutannya ketika membuka pelatihan Sipeladuk di Kantor Camat Kuta, anggota DPRD Kabupaten Badung Dapil Kuta itu menegaskan bahwa Kuta notabene sangat membutuhkan sistem semacam itu. Bahkan kata dia, sistem tersebut layak untuk diadopsi demi kepentingan Badung.
“Seiring perkembangan teknologi, tentu kita harus mengubah cara kita melayani masyarakat. Salah satunya yakni melalui sistem Sipeladuk ini,” sebutnya.
Anom Gumanti meyakini, ada banyak manfaat yang bisa diterima dari pemanfaatan Sipeladuk. Salah satunya seperti kaitan dengan adanya bantuan-bantuan dari Pemerintah Daerah ataupun Pusat, seperti yang terjadi di tengah masa pandemi Covid-19 ini.
“KPU saya rasa juga bisa mengadopsi sistem ini untuk kepentingan Pemilu,” tambahnya. (adi/jon)








