
Gusti Fazli Kertinegoro salah seorang pemanah andalan BAS
DENPASAR – Klub panahan Bali Archery School (BAS) sementara kian kokoh di puncak perolehan medali emas pada Walikota Cup Panahan hari keempat, Sabtu (30/10/2021) di Lapangan SMPN 2 Denpasar.
BAS kokoh di puncak dengan 16 emas, 12 perak dan 6 perunggu, posisi runner up ditempati Denpasar Archery Club (DAC) dengan 5 emas, 3 perak dan 11 perunggu, posisi ketiga berokol Pasific Archery Club (PAC) dengan 4 emas serta 4 perak.
Posisi keempat ditempati Jepun Bali Archery Club (JBAC) dengan 3 emas, 2 perak dan 4 peruggu, posisi kelima Bali Heroes Archery Club (BHAC) dengan 1 emas, 4 perak dan 2 perunggu, posisi keenam Arrow Archery dengan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu serta posisi ketujuh Kazari Denpasar Udayana dengan raihan 1 perak.
Ketua Umum Pengkot Perpani Denpasar Nyoman Mardika mengaku, jika Walikota Cup panahan sudah dijalankan oleh pihak panitia dengan fair dan sportif termasuk obyektifitas dalam penilaian di sasaran.
“Saya sudah mendapat laporan dari pihak panitia semuanya sudah berjalan secara jujur, fair play dan obyektif. Bahkan anak panah yang menancap di sasaran dengan posisi sama tetap diukur per incinya yang mendekati nilai 10. Jelas ini menunjukkan jika panitia Walikota Cup memang benar-benar mengutamakan hasil dari kualitas pemanah terbaik di Denpasar,” tegas Mardika.
Semua itu beralan denan bagus karena selain pemanah, para pelatih juga turut mengawasi penilaian dari jauh.
“Semuanya berjalan lancar sampai sekarang ini, tidak ada keluhan soal penilaian. Memang ini yang kami inginkan sehingga hasilnya benar-benar nantinya para juara merupakan juara murni dan memang terbaik sesuai kategorinya masing-masing,” ungkap Mardika.
Diharapkannya, bagi para pemanah yang masih harus bertanding agar mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan baik dan bersaing secara sportif dengan pemanah lainnya di Denpasar.
“Hal ini karena menyangkut ujian mental dan percaya diri sehingga dengan pengalaman itu akan bisa menjadi modal dalam pertandingan-pertandingan lainya baik yang level lokal, nasional maupun internasional ke depannya,” demikian Nyoman Mardika. (ari/jon)








