
Diva Ismayana saat latihan sebelum turun di PON Papua lalu
DENPASAR – Kroser muda Bali IGN Diva Ismayana spesialis nomor individual dan beregu kelas 250 CC ingin menguasai jenis tunggangan KTM dalam menatap PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Diva sendiri meraih medali perak di Sirkuit Freegebb Waninggap Sai Cau Tak, Kabupaten Merauke saat PON XX/2020 d Papua lalu.
“Saya di Papua dihadapkan pada kendala kurang menguasai tunggangan karena saat latihan di Lapangan Tengkudak Tabanan Bali sebelum PON Papua, saya rutin menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki sementara di PON Papua semua kroser menggunakan sepeda motor jenis KTM,” kata Diva Ismayana, Sabtu (30/10/2021).
Diakui kroser kelahiran 16 Oktober 2000 itu, karena kurang menguasai menggunakan KTM, maka dirinya sempat terjatuh saat di Papua.
“Awalnya memang arget saya medali emas namun karena sempat terjatuh dan beruntung tidak disusul kroser di belakang saya maka saya finish di urutan II. Padahal seelum terjatuh saya saling melewati dengan peraih emas PON,” tambah anak kedua dari 2 bersaudara pasangan I Gusti Ngurah Indra Aryadi Tjahjadi dengan Tjok Istri Ratna itu.
Diakui Diva, sebelumnya tim balap motor dalam ini motokros PON Bali telah mengajukan permohonan ke KONI Bali untuk menyewakan motor KTM selama persiapan, tapi sayang tidak dikabulkan. Akibatnya, selama persiapan rutin menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki.
“Harapan saya, kedepan saya harap kebutuhan atlet lebih diperhatikan lagi karena tunggangan bisa menyesuaikan dengan regulasi PON. Saya rasa, dengan menguasai tunggangan maka hasil maksimal bisa saya berikan,” sebut Diva Ismayana.
Menyoal PON 2024, dirinya ingin melakukan persiapan jauh – jauh hari dengan persiapan fisik maupun mental.
“Sebagai kroser saya akan menyiapkan diri lebih dini dengan latihan rutin. Saya rasa dengan persiapan lebih matang dan nantinya tunggangan bisa disesuaikan maka hasil pastinya tak akan mengkhianati,” tutup Diva Ismayana. (ari/jon)








