
KARANGASEM—Satu persatu pejabat pusat turun ke Karangasem untuk menemui secara langsung korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.8 SR di Desa Ban, Kecamatan Kubu. Setelah Menteri Sosial Tri Rismaharani, turun menemui korban gempa Desa Ban deng menggelontorkan sejumlah bantuan, Senin 25 Oktober 2021, giliran Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak , I Gusti Ayu Bintang Puspayoga yang menemui langsung korban gempa di lereng Timur Gunung Agung, setelah sebelumnya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12 tahun dan ibu hamil di Desa Bunutan.
Kunjungan Bintang Puspayoga ke Desa Ban, didampingi Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa dan diterima Perbekel Desa Ban I Gede Tamu Sugiartha di Posko Bencana Gempa kantor Desa Ban.
Selain menyalurkan sejumlah bantuan logistik, Bintang Puspayoga juga sempat berdialog dengan korban gempa, diantaranya Ni Komang Tentim (23) asal Banjar Jatituhu, yang terdampak gempa paling parah di Desa tersebut. Di hadapan Bintang, dia menceritakan, kakinya tertimpa tembok dengan anaknya Komang Ekayana Putra (5) yang mengalami luka di kepala dengan 9 jaritan. Bukan hanya itu, anaknya yang nomor dua Ni Kadek Supayanu Putri (9) saat gempa yang berlangsung sekitar 5 detik juga pingsan.
“Kami sangat beterimakasih, Ibu Menteri sudah memberikan perhatian. Kami berharap bantuan perbaikan rumah, tidak saja untuk keluarga saya, tapi saudara-saura kami yang rumahnya rusak berat akibat gempa,” ucapnya.
Dihadapan para korban gempa, Bintang Puspayoga menyampaikan rasa duka citanya atas bencana yang merenggut satu orang korban jiwa itu.
“Di tengah kita berjuang melawan covid-19, kembali diterjang bencana alam seperti ini. Kami berharap semeton krama Desa Ban tetap tabah menghadapi musibah ini. Saya yakini di balik musibah ada hikmah yang bisa dipetik,”ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam penyaluran bantuan ini, pihaknya menggandeng pihak ketiga. Pihaknya, juga berharap bantuan yang diberikan itu nantinya dapat sedikit meringankan dan membantu warga yang terdampak.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak di 15 dusun,” ucapnya.
Sementara itu Plt Kabid Kedarutan dan Logistik BPBD Karangasem Putu Eka Putra Tirtana, di hadapan Bintang Puspayoga memaparkan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.8 SR itu, mengakibatkan kerugian materiil berupa bangunan rumah dan fasilitas umum, terputusnya akses jalan penunjang ekonomi, rusaknya sarana prasarana air bersih. Dikatakan, dari 15 Banjar Dinas yang ada di Desa Ban, 9 diantaranya terdampak yang cukup parah.
“Ada dua posko yang dibangun, posko induk berpusat di kantor BPBD Karangasem dan kedua di kantor Perbekel Ban di Kubu karena di sini korban terbanyak. Bantuan berdatangan paling banyak diantaranya sembako. Namun saat ini yang paling dibutuhkan bantuan alat masak, atap seng dan tandon air,” pungkas Eka Tirtana. (wat)








