Bali Safari Aman Dikunjungi, Pemerintah Diharapkan Kaji Ulang Syarat PCR

0
207
CEO Taman Safari Group Indonesia, Daniel Hartono.
CEO Taman Safari Group Indonesia, Daniel Hartono.

GIANYAR  –  Bali Safari and Marine Park siap menerima kunjungan wisatawan karena telah memenuhi sejumlah persyaratan seperti sertifikat CHSE dan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Hanya, pihak manajemen berharap pemerintah mengkaji ulang aturan PCR bagi penumpang pesawat rute dari dan ke Jawa-Bali karena dinilai cukup memberatkan.

General Manajer Bali Safari and Marine Park, Jennifer Suryadi mengatakan, setelah buka kembali 11 September 2021, kunjungan ke taman satwa berlokasi di Jalan Bypass Prof. Ida Bagus Mandra, Serongga, Gianyar, itu rata-rata 100 hingga 200 orang per hari. “Kalau weekend dan tanggal merah bisa meningkat dua kali lipat didominasi wisatawan domestik,” ujarnya Senin 25 Oktober 2021.

Meski tingkat kunjungan masih jauh dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, Jennifer Suryadi mengaku optimis kondisi pariwisata di Pulau Dewata bisa pulih kembali. Terlebih, penerbangan internasional sudah dibuka. “Kapasitas kita maksimal 5.000 orang. Kunjungan normal sebelum pandemi berkisar 1.500 sampai 2.000 orang. Jadi, dengan angka kunjungan sekarang baru sekitar 10 persen, tapi kami optimis dengan dibukanya penerbangan internasional pariwisata akan pulih kembali,” ujarnya.

Terkait syarat PCR bagi penumpang pesawat, Jennifer Suryadi merasakan adanya kemunduran. Bahkan, kebijakan itu berdampak terhadap kunjungan yang sedikit menurun. “Adanya kebijakan ini membuat kunjungan menurun 5 sampai 10 persen dari biasanya. Kami berharap kebijakan ini berlaku di bulan November ini saja, atau boleh saja syaratnya PCR, tapi harganya mungkin bisa sama dengan antigen, yang affordable (terjangkau) lah,” harapnya.

“Tentunya dengan support pemerintah dan kesiapan, kami berharap turis berani traveling dan berkunjung sehingga tahun 2022 semuanya sudah normal kembali,” imbuhnya.

Sementara, CEO Taman Safari Group Indonesia, Daniel Hartono menyampaikan, di tengah kondisi pandemi, pihaknya tetap menjaga satwa serta alamnya di Bali Safari. “Dalam kesulitan apapun, fasilitas tetap kita rawat, seperti tanaman, alamnya, satwanya dan sejauh ini satwa kondisinya sehat. Kenapa kita lakukan? karena kita tahu badai pasti berlalu,” ucapnya.

Menurutnya, banyak negara di Eropa yang sudah mulai bangkit dan terbuka. Begitu juga dengan pintu internasional di Bali. “Dengan beberapa persyaratan yang sudah disiapkan, saya yakin ini tidak akan lama. Paling tidak awal tahun depan sudah ada pergerakan besar yang tentunya dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung dari pariwisata,” ujarnya.

Daniel Hartono juga berharap pemerintah dapat meringankan syarat bagi pelaku perjalanan udara. “Dengan biaya PCR mungkin mereka bisa untuk sewa hotel dua hari atau untuk makan satu minggu kalau irit. Kita sangat mengerti kebijakan pemerintah ini, tapi harapan kami bisa ditinjau ulang,” harapnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 7 =