
DENPASAR – Mungkin tidak sedikit prediksi yang muncul ketika kontingen PON Bali sebelum berangkat dan bertanding ke PON XX/2020 di Papua lalu, akan kesulitan merealisasikan target 30 emas yang dipancang dengan ranking perolehan medali secara nasional akan anjlok. Tapi realitanya sudah dibuktikan. Bali meraih 28 emas dengan peningkatan ranking naik satu level yakni dari peringkat 6 di PON 2016 menjadi ranking 5.
“Hasil ini memang kejutan. Bagaimana tidak, dari peringkat saja kami masuk 5 besar dari PON sebelumnya yang berada di ranking 6. Kalau soal kekurangan target 2 medali emas itu hanya margin error yang sangat kecil. Bahkan perolehan medali di PON Papua meningkat dari PON 2016 hanya meraih 20 emas meningkat menjadi 28 emas,” ungkap Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali IGN Oka Darmawan, Selasa 19 Oktober 2021.
Tak dipungkiri Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu, karena Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi memang lebih memfokuskan perhatian atau atensi kepada para atlet PON Bali terutama terkait kesiapan melalui TC sentralisasi yang cukup pendek 2 bulan saja.
“Memang Pak Ketum lebih mencurahkan perhatian itu dalam sisi persiapan atlet yang maksimal, memotivasi atlet dan mendukung atlet. Termasuk perhatian kepada para pelatih agar meyiapkan para atletnya dengan maksimal dan optimal. Semuanya dicurahkan kesana meski dalam kondisi keterbatasan yang ada,” imbuh Oka Darmawan.
Tak hanya itu, semua atlet dan pelatih juga memiliki mental baja dalam menghadapi kondisi pertandingan baik dari sisi teknis maupun non teknis yang terjadi di Papua sehingga prestasi tetap meningkat.
Meski demikian KONI Bali tetap berharap agar para atlet ke depannya agar terus meningkatkan kualitas fisik dan tekniknya, sehingga prestasi itu akan meningkat pada PON-PON selanjutnya.
“Semua ini kan demi mengharumkan nama Bali,” pungkas Oka Darmawan. (ari)








