
DENPASAR – Salah seorang pelatih atletik jarak menengah I Wayan Suteja mengaku puas dengan anak didiknya di PON Papua lalu saat meraih medali emas dan perunggu. Keduanya juga masih berpotensi lagi di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
“Saya memang yang dipercaya untuk melatih lari jarak menengah yakni 800 meter dan atlet kami yakni Ketut Mertayasa dari Denpasar medali emas dan Ni Ketut Cita dari Singaraha meraih perunggu. Capaian ini sangat memuaskan dan membanggakan bagi saya,” kata Suteja, Minggu 17 Oktober 2021.
Diakui pria yang juga pengurus KONI Denpasar itu, dirinya memang menerapkan tiga sisi yang sangat penting yakni fisik, teknik dan mental.
“Mertayasa pernah ikut PON dua kali mulai PON 2016 juga ikut 800 dan sekarang ini. Pengalaman pahitnya saat PON 2016 Mertayasa tak meraih medali karena saat try out di Bangka Belitung dengan titel laskar pelangi waktu itu dia mengalami cedera kaki sehingga tidak maksimal,” sebut Suteja.
Sedangkan untuk Ni Ketut Cita yang juga sudah pernah di PON sebelumnya dan turun di nomor estafet memang langganan perunggu termasuk di kategori peroranga juga.
“Untuk Ketut Cita lawannya memang cukup berat karena pernah meriah medali di SEA Games lalu dan kualitasnya memang diatas kita. Ya masih bersyukurlah Ketut Cita masih bisa meraih perunggu di PON Papua,” beber Suteja.
Menyoal di PON 2024 nanti diakuinya, dua atlet itu masih bisa turun namun semuanya juga tergantung dari persiapan mereka.
“Kalau saya sih sudah menyampaikan kepada mereka soal potensi yang dimilikinya tetap berpeluang medali di PON 2024,” pungkasnya. (ari)








