
DENPASAR – Mengacu dari gelaran PON XX/2020 di Papua lalu berikut perbandingannya, Bali dinilai sangat mampu untuk menggelar di PON-PON selanjutnya. Pertimbannya dalam sisi apapun Bali sudah lengkap hanya tinggal menambah beberapa venue yang kurang yang harus dibuat di 8 kabupaten dan 1 kotamadya di Bali.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi secara langsung. Pasalnya sudah pasti dari sisi transportasi dan akomodasi sudah tidak ada masalah lagi, karena hotel banyak dan kendaraan juga melimpah di Bali.
“Malah saya rasa peserta akan merasa enjoy di Bali karena semuanya ada yang merupakan sarana pendukung peserta selama di Bali. Peserta juga tidak ada perasaan takut karena Bali aman dan sebagainya,” tutur Suwandi, Minggu 17 Oktober 2021.
Hanya saja lanjut mantan Ketua KONI Badung itu, memang dari sisi venue bertanding masih perlu disediakan seperti stadion untuk pembukaan, venue bertanding yang terkait dengan cabor aquatic atau venue lainnya yang belum ada.
“Kalau jarak venue paling jauhlah anggap hanya 2 kilometer saja dari pusat kota Denpasar seperti di Jembrana. Artinya hal seperti itu bukan menjadi kendala. Intinya Bali sangat mampu jika menjadi tuan rumah PON,” tegas Suwandi.
Lantas bagaimana dengan penilaian soal penyelenggaraan di Papua ? Ketua Umum dua periode di KONI Bali itu mengutarakan cukup bagus.
“Bagus juga karena dari sisi akomodasi dan transportasi sangat luar biasa. Bahkan makanan atau snack sampai diantar juga ke venue untuk tim yang bertanding. Hotel juga banyak terbukti dengan peserta semuanya bisa diakomodir di hotel utamanya di Jayapura. Jadi soal Papua yang ceritanya menyeramkan dan tidak aman ternyata selama PON smeuanya berjalan lancar,” tutup Suwandi seraya menambahkan jika hanya soal teknis pertandingan yang masih ada pertanyaan terkait masih adanya medali emas kembar. (ari)








