
BULELENG – Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Komando Distrik Militer (Kodim) 1609/Buleleng salurkan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) diwilayah Kabupaten Buleleng. Bantuan uang tunai sebesar Rp 1.200.000, diharapkan dapat membantu 3.500 pedagang kaki lima dan warung untuk menggulirkan usahanya dimasa Pandemi Covid-19.
“Dari jumlah penerima tersebut, kami menyalurkan secara bertahap sebanyak 250 orang/hari, selama 14 hari, tanggal 14 Oktober sampai dengan 2 November 2021,” ungkap Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Mohammad Windra Lisrianto, Kamis, 14 Oktober 2021.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa yang hadir mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengapresiasi sinergitas TNI/Polri bersama Pemkab dalam penyaluran bantuan sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
“Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih penerima dan tidak ada masyarakat yang menerima bantuan ganda, perlu dilakukan verifikasi data penerima bantuan. H ini tidak bisa dilakukan satu pihak, membutuhkan sinergi dari semua pihak,” tandas Suyasa.
Dia menambahkan, sinergitas dilakukan mulai dari pendataan, verifikasi, sampai dengan penyaluran bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Suyasa menegaskan BTPKLW merupakan bantuan pemerintah pusat yang disalurkan melalui TNU/Polri termasuk penentuan sasaran, sesuai kreteria yang ditentukan.
“Pendataan dan verifikasi penerima BTPKLW dilakukan oleh Kodim 1609/Buleleng, untuk memperkuat permodalan dan mengantisipasi dampak Pandemi Covid-19,” tandasnya.
Sementara untuk penyaluran bantuan seperti PKH, BPNT, BST, Bantuan Sembako dan BLT Dana Desa, pendataan dan verifikasi dilakukan oleh dinas sosial bersinergi dengan kementerian sosial.
“Bantuan yang disalurkan cukup banyak, sehingga diperlukan sinergi dalam pendataan dan verifikasi data penerima. Supaya tidak ada yang dapat bantuan dua kali atau ada yang tidak dapat sama sekali. Ini yang dihindari,” pungkasnya.(kar)








