
DENPASAR – Sati Quits Her body merupakan drama tari berbahasa Inggris sebagai media pendidikan karakter yang didanai oleh DIPA ISI Denpasar tahun 2021 pada program Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S).
Drama tari ini merupakan drama tari berbahasa Inggris ketiga yang digarap Dr. N.K. Dewi Yulianti, dosen bahasa Inggris dari Prodi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), ISI Denpasar. Sebelumnya ada The Finding of Sita (2017) dan Daksa Curses Lord Siva (2019).
Keduanya itu seperti juga karya Sati Quits Her Body. Dewi Yulianti berkolaborasi dengan dosen prodi Tari dan prodi Musik. Karya-karya drama tari berbahasa Inggris tersebut dapat disaksikan pada channel YouTube dewidevadevi.
Dewi sebagai penulis naskah menuturkan, Sati Quits Her Body diadaptasi dari Kitab Srimad Bhagavatam yang ditulis Srila Prabhupada, Skanda 4, Bab 6. “ Kisah Sati Quits Her Body atau Sati Melepas Raganya adalah kisah kekecewaan hati Sati Devi kepada ayahnya, Prajapati Daksa yang telah menghina dan mengutuk suaminya, Dewa ,” ujar Dewi Yulianti, Senin 11 Oktober 2021.

Diceritakan, ketika Sati Devi merayu suaminya untuk menemaninya ke upacara yadnya yang diadakan ayahnya, Dewa Siwa tak berkenan karena Dewa Siwa sadar, kehadiran mereka hanyalah objek hinaan bagi Daksa. Sati menentang nasehat suaminya, lalu pergi didampingi Nandini dan akhirnya merasakan luka teramat dalam menyadari betapa ayahnya sangat sombong dan arogan, menghina Dewa Siwa yang begitu suci.
Bagi Sati, siapapun yang menghina jiwa lain, dia adalah ciptaan terendah dalam kehidupan ini. Sati melepas raganya karena penyesalannya terlahir dari ayah sombong dan arogan. Kesetiaan Sati pada Dewa Siwa akhirnya dibuktikan dengan terlahir kembali di keluarga Raja Himalaya sebagai Parwati dan kembali bersatu dengan Dewa Siwa dan hidup bahagia di pegunungan Kailas.
Proses penggarapan drama tari ini, kata Dewi Yulianti, diawali dengan penelitian pustaka kitab Srimad Bhagavatam dengan fokus pada kalimat bermajas yang digunakan dalam teks, kemudian dituangkan ke dalam teks drama dan sebuah paper yang didiseminasikan pada seminar International, Seminar on Austronesian Languages and Literature, Universitas Udayana pada Jumat 10 September 2021.
Teks drama kemudian diajarkan kepada mahasiswa pendukung melalui latihan online karena masih pada masa PPKM darurat, kemudian setelah naskah dipahami, diadakan latihan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” Drama tari ini kemudian direkam melalui pementasan di Darma Negara Alaya Creative Hub didukung oleh Pragina Enterprise Bali pada tanggal 21 September 2021 dan ditayangkan secara online pada acara diseminasi hasil P2S yang dihadiri lebih dari 300 participant pada meeting zoom pada tanggal 2 Oktober 2021 yang lalu,” ungkapnya.
Penata tari pada karya Sati Quits Her Body ini adalah Dr. I Gusti Ngurah Sudibya, SST., M.Sn. dan penata musik, I Ketut Sumerjana, S.Sn., M.Sn., didukung mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar : Dewa Made Ananda Kresna Yana, Kadek Ayu Diah Mutiara Dewi, Ida Bagus Yodhie Hariscandra, I Dewa Putu Krisna Riawan, Ni Kadek Diah Nanta Kuswandari, Ni Luh Manik Setiawati, I Wayan Tisna Dana, Kadek Dwi Juliani, Ni Putu Putri Laksmi Dewi, Ni Made Rahma Chelsia Dewi, Putu Rai Dhira Aditya, I Putu Gede Bagus Restu Pratama Wiwaha, I Putu Bagus Sastrawan, Putu Egi Pratama Putra dan sebagai narrator, mahasiswa UNUD, I Gusti Ayu P. Jesika Sita Devi N, S.S.
Ketua LP2MPP ISI Denpasar, Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. mengatakan, karya drama tari Sati Quits Her Body hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) ini telah sesuai dengan proposal yang diajukan, bahkan lebih karena sudah didiseminasikan pada seminar internasional. “Karya drama tari berbahasa Inggris seperti ini perlu terus digarap sebagai media pendidikan karakter dan juga peningkatan kemampuan berbahasa Inggris”, ujar Dr. Arsini.
Dewi Yulianti selaku ketua kegiatan P2S ini menambahkan, sejak studi S3, dirinya konsen pada teks religi, karena teks religi merupakan kebutuhan utama pendidikan di Indonesia, seperti juga 18 nilai karakter bangsa yang digariskan oleh Kemendiknas, nilai karakter pertama adalah nilai religius.
“Kami bangga bisa memenangkan hibah P2S yang dikompetisikan di ISI Denpasar dan para seniman senior ISI Denpasar seperti Made Sidia memberikan pujian pada karya kami ini. Terima kasih saya haturkan kepada Rektor ISI Denpasar, Ketua LP2MPP ISI Denpasar beserta jajarannya serta seluruh pendukung Sati Quits Her Body. Pertunjukan Sati Quits Her Body dapat disaksikan melalui channel YouTube dewidevadevi pada link https://youtu.be/khxccl1yAWk”, ujarnya sembari tersenyum bangga. (sur)








