Bupati Mahayastra Terkejut Capaian Vaksinasi Lansia di Gianyar Disebut Masih Rendah

0
179
Bupati Gianyar Made Mahayastra melihat data capaian vaksinasi lansia, Selasa 12 Oktober 2021.
Bupati Gianyar Made Mahayastra melihat data capaian vaksinasi lansia, Selasa 12 Oktober 2021.

GIANYAR – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut capaian vaksinasi Covid-19 lansia di Kabupaten Gianyar masih rendah yaitu 38 persen dari yang ditargetkan pemerintah pusat 40 persen.

Menindaklanjuti pernyataan Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin 11 Oktober 2021 itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra menggelar rapat konsolidasi bersama Forkopimda, para camat, Kadis Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan instansi terkait di ruang sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa 12 Oktober 2021.

Dalam rapat terungkap adanya ketidaksesuaian antara data yang dirilis pemerintah pusat dengan data Pemkab Gianyar. Vaksinasi terhadap lansia di Bumi Seni itu diklaim sudah mencapai 60 persen lebih. Perbedaan itu berkaitan dengan jumlah target sasaran vaksinasi.


Pemerintah pusat melalui KCP-PEN menarget 38.575 orang lansia. Sedangkan data yang disampaikan seluruh desa di Kabupaten Gianyar tercatat 16.724 orang sehingga terdapat selisih 19.516 atau 50.59 %. Bahkan, data yang disampaikan melalui kecamatan itu sudah terverifikasi by name, by addres dan dianggap valid.

Bupati Mahayastra menyampaikan, berdasarkan laporan para camat, terjadinya selisih target sasaran disebabkan adanya data kependudukan yang tidak dilaporkan oleh masyarakat, seperti kematian, pindah domisili, serta adanya data lansia, tapi orangnya tidak ada. “Data yang digunakan oleh pemerintah pusat untuk menetapkan target sasaran berdasarkan data kependudukan di Dinas Dukcapil. Sementara, data kami berdasarkan data riil di lapangan yang pendataannya melibatkan aparat desa, puskesmas, dan camat,” ujar Mahayastra.

Guna menanggulangi perbedaan target sasaran tersebut, Pemkab Gianyar sudah menentukan data target vaksinasi maupun yang sudah tervaksinasi. Data tersebut diperoleh dari sasaran yang disediakan Dinas Kesehatan Gianyar dengan mengambil data penduduk yang dikurangi data penduduk tervaksinasi (KCP-PEN) sehingga didapatkan data terfokus by NIK.

Dari data yang didapatkan, seluruh Camat dan Kepala Puskesmas memvalidasi secara riil data jumlah penduduk yang belum divaksinasi berkoordinasi dengan Kepala Desa. Kemudian, dilakukan vaksinasi kembali berbasis desa melalui penjemputan ke rumah – rumah dibantu TNI/Polri, serta membuat minimal satu tempat gerai vaksinasi di setiap kecamatan.

Mahayastra menegaskan, dengan adanya data vaksinasi lansia yang dirilis pemerintah pusat itu bisa menyebabkan Bali tidak bisa turun menjadi level II PPKM. “Saya terkejut dengan data capaian vaksinasi di Gianyar 38 persen itu karena Gianyar menjadi percontohan penanganan Covid-19. Salah satunya karena sistemnya paling bagus dengan berbasis wilayah hasil kerja sama OPD, instansi terkait, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, puskesmas serta masyarakat, ” tandasnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 2 =