
BULELENG – Percepatan pengembangan jaringan distribusi induk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Sanih sudah hampir tuntas, menjelang akhir tahun 2021. Meskipun sudah tuntas, pengembangan jaringan induk SPAM Air Sanih yang dibiayai BKK Provinsi Bali tahun 2021, belum bisa melayani 10 ribu pelanggan yang diproyeksikan pada 6 desa meliputi Desa Bungkulan, Kubutambahan, Bulian, Bukti, Bondalam dan Tejakula.
“Karena saat ini pengembangan yang dilakukan sebatas pembangunan jaringan induk SPAM Air Sanih dari Reservoar Induk yang ada di Desa Bulian, menuju reservoar distribusi atau pembagi yang ada pada enam desa. Sementara pembangunan jaringan tersiernya, harus kami bangun sendiri sebagai investasi untuk dapat melayani pelanggan,” ungkap Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, Kamis, 7 Oktober 2021 usai rapat persiapan penyerahan pengelolaan SPAM Air Sanih.
Lestariana menandaskan, adanya refokusing anggaran terutama penghapusan penyertaan modal senilai Rp 4,6 Miliar untuk Perumda Tirta Hita Buleleng, sangat berpengaruh pada rencana investasi pengembangan jaringan SPAM Air Sanih.
“Karena, penyertaan modal tersebut diproyeksikan untuk biaya pembangunan jaringan tersier SPAM Air Sanih, sehingga dapat melayani 10.000 pelanggan dan menjadi sumber pendapatan asli daerah. Ya, meskipun saat ini Perumda Tirta Hita Buleleng menghasikan laba, namun operasional pengembangan jaringan tersier SPAM Air Sanih termasuk pengembangan sambungan rumah yang diproyeksikan 4.000 SR tentu membutuhkan modal, yang kita harapkan dari penyertaan modal,” terangnya.
Karena penyertaan modal dihapus, pengembangan jaringan hanya dilakukan pada layanan sambungan terdekat dengan pipa induk atau pelanggan yang mau berkontribusi dalam pemasangan jaringan tersier.(kar)








