
DENPASAR – Munculnya postingan di media sosial yang diunggah akun Aya Suata soal KONI Badung maupun KONI Bali dianggapnya tak membiayai atlet selancar ombak Bali atas nama Ryuki Waida tampil di PON XX/2020 dan 2 medali emas, diperjelas KONI Bali.
Postingan itu berbunyi menyedihkan peserta PON ke XX di Papua dari Badung Bali yang menorehkan medali emas dari cabang olahraga surfing ternyata tidak dapat bantuan dana baik untuk biaya tiket dan hotel apalagi makanannya. Termasuk biaya sendiri baik untuk tiket maupun penginapan di Papua. Gimana pengurus KONI Badung dan Bali nya ini ?
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali IGN Oka Darmawan saat ditemui di KONI Bali memperjelas yang terjadi sebenarnya. KONI Bali sendiri dan Pengprov Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Bali sebelumnya telah berkoordinasi terkait pembiyaan peselancar Bali tersebut mengikuti ekshibisi di PON.
“Ketua Umum PSOI Bali telah mengatakan, pihaknya telah bisa membiayai kebutuhan di Papua itu. Artinya, terkait pembiayaan sudah ditanggulangi juga. Dan KONI Bali tidak akan berdiam diri terkait hal ini. Tentu kami siapkan reward kepada atlet setiba di Papua nanti. Sudah ada koordinasi dengan PSOI Bali,” kata IGN Oka Darmawan, Jumat 24 September 2021.
Ditambahkan, cabang olahraga yang dihelat secara eksibisi ini meskipun atletnya mendapat emas atau medali perak maupun perunggu, perolehan medali tersebut tidak dihitung dalam raihan medali kontingen.
“Eksibisi ini adalah cabor yang belum pernah mengikuti pertandingan secara resmi tapi diberikan kesempatan untuk menunjukkan keberadaan cabor itu di masing-masing provinsi. Sehingga PB PON dan KONI Pusat mendapat pertimbangan untuk memasukkan cabor ekshibisi itu di PON berikutnya jika semua syarat sudah terpenuhi,” tegas Oka Darmawan sembari menyebutkan, Bali di eksibisi PON mengikuti tiga cabor yakni E-Sports, Kabbadi dan Selancar Ombak.
KONI Bali juga berharap kepada masyarakat supaya memahami konteks permasalahan agar tidak terjadi mis komunikasi ke publik dan hendaknya bijak mengeluarkan pendapat di media sosial.
“Meski selancar ombak sudah dapat sponsorship, kami dari KONI Bali tetap akan membantu. KONI Bali punya tanggung jawab pembinaan. Tidak bisa KONI Bali terima hasil saja, jangan saling menyalahkan agar semua paham dan tidak berbicara besar. Saya telah meminta kepada PSOI Bali setelah datang dari Papua, datang ke KONI Bali, ada reward yang siap kami berikan. Tidak ada istilah terlantarkan atlet,” paparnya.
Sementara Wayan Suata yang dikonfirmasi terpisah mengakui jika informasi itu diperolehnya dari keponakannya serta komunitas klub surfing di Legian. Suata yang bukan bagian atau bukan pengurus di Pengprov PSOI Bali ini lalu mengunggah informasi yang ia dapat secara lisan itu ke media sosial, tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi kepada Pengprov PSOI Bali maupun KONI Bali. (ari)








