
BULELENG – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali, mengapresiasi pelaksanaan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD-CPNS) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Selain pemenuhan sarana prasarana, ombusdman juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan (prokes) dan prosedur tetap (protap) SKD-CPNS Tahun 2021 yang digelar bersama oleh 8 instansi di bawah naungan Kementerian Pendidikan,Kebudayaam,Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
“Sejauh ini, dari hasil pemantauan bersama rektor terkait, semua proses berjalan dengan baik. Prosedur test dan protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik,” ungkap Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Kamis, 23 September 2021 usai meninjau SKD-CPNS Tahun 2021 di Undiksha Singaraja.
Ibnu Alkhatab berharap, SKD-CPNS yang diikuti 1.911 peserta ini tidak ada temuan krusial seperti adanya joki dan pelanggaran lainnya.
“Semua sudah dicek dengan melihat KTP, menggunakan aplikasi pencocokan wajah. Sejauh ini, tidak ada temuan krusial, semuanya berjalan lancar. Saya berharap, tidak ada temuan krusial seperti adanya joki dan pelanggaran lainnya, sehingga SKD-CPNS ini bisa menghasilkan produk Pegawai Negeri Sipil dan Dosen berkualitas,” tandasnya.
Pelaksanaan SKD untuk pemenuhan formasi CPNS di Undiksha Singaraja, Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, Politeknik Negeri Bali, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Bali, Balai Pelestarian Budaya Provinsi Bali, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII ini, juga diharapkan jadi contoh pelaksanaan SKD-CPNS.
Senada dengan Ketua Ombusdman Bali, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa didampingi Rektor Undiksha Singaraja, Nyoman Jampel menyatakan merupakan suatu kebanggaan bagi Pemkab Buleleng karena Undiksha dipilih sebagai tempat SKD-CPNS untuk 8 instansi di Provinsi Bali, yang berada dibawah naungan Kemendikbudristek Republik Indonesia.
“Saya bersama Rektor Undiksha memantau langsung persiapan sejak Jumat, 17 September lalu. Selain sarana prasarana dan prosedur SKD, panitia juga diminta menyiapkan sarana prasarana untuk menerapkan protokol kesehatan, dari alat cuci tangan, pemakaian masker, hand sanitazer, surat keterangan hasil swab PCR atau Antigen, serta QR Code Aplikasi PeduliLindungi untuk skrining awal peserta,” tandas Suyasa dibenarkan Rektor Undiksha Nyoman Jampel.
Jampel menambahkan, selaku tuan rumah, Undiksha Singaraja berupaya memenuhi secara maksimal seluruh arahan Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng.
“Termasuk penyediaan QR Code Aplikasi PeduliLindungi sebagai skrining awal untuk mengetahui potensi penyebaran Covid-19, guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. Kami tidak berharap, kegiatan SKD-CPNS ini menjadi klaster baru,” tandas Jampel dibenarkan Rektor Udayana, ISI dan LPB serta pimpinan lembaga lainnya.
Dengan persiapan yang matang serta penerapan protap SKD serta protokol kesehatan yang ketat, Jampel juga berharap SKD-CPNS Tahun 2021 yang digelar 20 – 25 September 2021, dapat berlangsung dengan aman, nyaman serta menghasilkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mandiri dan kualitas terbaik. (kar)








