Operasi Bina Waspada Agung, Wakapolresta Denpasar Tekankan Tiga Hal Penanganan Covid-19

0
160
Puluhan personel terlibat Operasi Bina Waspada menerima pengarahan dari Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, Rabu 15 September 2021.
Puluhan personel terlibat Operasi Bina Waspada menerima pengarahan dari Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana, Rabu 15 September 2021.

DENPASAR – 32 orang personel Polresta Denpasar diterjunkan dalam Operasi Bina Waspada Agung 2021 untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 .

Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana mengatakan, operasi dilaksanakan mulai 15-26 September 2021. “Operasi ini lebih kepada bimbingan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19,”ujar AKBP I Wayan Jiartana saat memimpin apel kesiapan Operasi Bina Waspada Agung 2021 di halaman Polresta Denpasar, Rabu (14/9).

Perkembangan kasus Covid 19 khususnya di wilayah hukum Polresta Denpasar sudah memasuki level tiga. Kegiatan masyarakat, baik di sektor esensial maupun non esensial sedikit mendapat kelonggaran. “Ini mencerminkan bahwa ketaatan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan sudah semakin membaik. Namun, wabah Covid-19 masih menjadi ancaman sehingga kami melaksanakan operasi ini dengan menerjunkan personel untuk terus melakukan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat disiplin prokes,”tegasnya.

BACA JUGA:   Perkuat Penanganan Covid-19, Sekda Dewa Indra Sambut Baik Sinergitas Semua Elemen Masyarakat

Pada kesempatan itu, AKBP Wayan Jiartana menekankan tiga hal kepada personel yang terlibat Operasi Bina Waspada Agung 2021. Pertama, lakukan tracing, testing, dan treatment sebaik mungkin. Setiap ada masyarakat yang terkonfirmasi positif langsung dibawa ke tempat isolasi terpusat. “Jangan sampai kendor. Tempat Isoter di wilayah kita cukup memadai dan keterisian baru 30 persen,” tandasnya.

Kedua, terus gencarkan vaksinasi karena masih banyak masyarakat belum mendapat suntikan vaksin Covid-19, baik dosis pertama maupun kedua. Tujuannya, agar tidak sia-sia jutaan masyarakat divaksin tetapi masih ada yang tidak vaksin untuk meningkatkan imum tubuh. “Orang yang belum vaksin bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19. Dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi angkanya cukup stabil. Saya ucapkan terima kasih kepada para nakes dan operator pendukung yang sudah bekerja maksimal. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih banyak yang belum vaksin,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Peringatan HUT ke- 59, TVRI Ajak Masyarakat Tetap Produktif di Masa Pandemi

Ketiga, gencarkan sosialisasi pemakaian aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah menggalakkan aplikasi ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid 19. Di aplikasi tersebut dapat terdeteksi tempat keberadaan kita, tempat yang akan dikunjungi apakah berada di zona merah, oranye atau hijau. “Ini harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Sebab aplikasi PeduliLindungi kini berfungsi sebagai sertifikasi perjalanan apabila hendak memasuki area publik,” beber Jiartana. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + four =