
DENPASAR – KONI Gianyar bakal memperjuangkan dan mengupayakan tujuh pelatih dan satu ofisial PON Bali asal Gianyar yang sebelumnya belum memperoleh uang saku agar bisa mendapat uang saku seperti yang diterima 31 atlet PON asal Gianyar, dari 14 cabang olahraga (cabor) yang telah mendapat uang saku Rp 3,5 juta dari Pemkab Gianyar dalam hal ini Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra.
Hanya saja, KONI Gianyar mengupayakan jika tujuh pelatih dan satu ofisial itu juga akan menerima uang saku hanya saja nilai nominalnya kemungkinan tidak sama dengan yang diterima para atlet Gianyar.
“Akan kami upayakan untuk uang saku pelatih dan ofisial nantinya tapi kemungkinan nominalnya berbeda dengan uang saku atlet,” ungkap Ketua Umum KONI Gianyar Pande Made Purwata saat menyerahkan uang saku atlet PON Bali asal Gianyar, di salah satu tempat TC Sentralisasi di Hotel Neo Denpasar, Selasa 24 Agustus 2021.
Lalu apakah KONI Gianyar lupa kenapa bisa uang saku pelatih dan ofisial PON asal Gianyar bisa terlambat cair?
“Kami bukan lupa tapi datanya baru kami terima terakhir kalau ternyata ada pelatih dan ofisial dari Gianyar. Ya nanti pasti akan mendapatkannya,” tambah Purwata.
Pelatih dan ofisial itu sendiri berasal dari beberapa cabor diantaranya tarung derajat, renang, judo, binaraga serta basket. Besar harapan KONI Gianyar kepada para atlet PON bisa memberikan sumbangsih medali terutama emas. Prediksi pihaknya ada 4-5 emas yang bisa nantinya disumbang atlet Gianyar dalam ajang PON.
“Kalau soal umum pemberian uang saku yang merupakan bentuk perhatian dan motivasi Pengkab Gianyar tersebut, merupakan pertama kalinya dilakukan. Dan pencairan dana itu kami lakukan langsung kepada atlet kami yang berada 3 tempat lokasi TC sentralisasi yakni di Hotel Neo dan Hotel Batukaru 3 di Denpasar serta di Jimbaran,” tandas Purwata. (ari)








