
BADUNG – Koordinator Sekaa Demen Bojog, Drh. Gede Dedy Marsika mengkhawatirkan terjadinya perubahan karakter pada kera akibat kekurangan makanan.
Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap kelangsungan habitat kera seperti di Objek Wisata Sangeh, Badung serta Alas Kedaton, Tabanan. “Apabila ketersediaan makanan berkurang, bisa memengaruhi karakter kera menjadi galak,”kata Drh. Gede Dedy Marsika di sela-sela membagikan makanan untuk kera di Desa Sangeh, Senin 23 Agustus 2021.
Ia pun berharap adanya perhatian semua pihak menjaga habitat kera. Terlebih, keberadaan hewan penyuka pisang itu jumlahnya cukup banyak di Sangeh dan Alas Kedaton. “Banyak buah pisang di pasaran dan sekarang harganya sedang anjlok. Daripada dibuang sia-sia, kita bisa donasikan untuk makanan kera-kera ini,” harapnya.
“Kami bersama pecinta satwa mengumpulkan donasi berupa makanan untuk kera dengan harapan keberadaan kera di sini tetap lestari,” imbuhnya.
Nengah Winaya, juru foto sekaligus pemandu di Objek Wisata Sangeh menuturkan ketersediaan makanan kera sampai saat ini masih aman. ” Setiap hari ada saja yang membawa makanan, tetapi memang perlu dukungan semua pihak untuk menjaga kera-kera ini tetap jinak,” ucap Winaya yang mengaku hampir dua tahun tidak bekerja karena Pandemi.
Ia memperkirakan 700 kera berada di kawasan hutan Sangeh. Sebelum pandemi, ribuan pengunjung mendatangi objek wisata yang memiliki keasrian pepohonan yang terjaga dengan baik itu. (sur)








