
DENPASAR – Personel gabungan Polda Bali, Kodam IX/Udayana dan instansi terkait lainnya menjemput 400 orang terpapar Covid-19, baik tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan (OTG-GR) yang sedang isolasi mandiri (isoman), Minggu 15 Agustus 2021. Mereka diarahkan untuk menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat (isoter).
Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi kepada wartawan mengatakan, 2. 2.693 orang pasien Covid-19 sudah menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat. “Hari ini personel gabungan menjemput 400 orang sehingga totalnya sudah 2.693 orang yang dibawa ke tempat isoter,”ujarnya.
400 orang tersebut masing-masing berasal dari Kota Denpasar (121 orang), Gianyar (77 orang), Badung (70 orang), Buleleng (50 orang), Klungkung (40 orang), Tabanan (26 orang), Karangasem (10 orang), Jembrana (3 orang) dan Bangli (3 orang). “Masyarakat yang masuk isoter dijemput menggunakan 48 kendaraan dinas milik Polri, TNI, BPBD dan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Sehari sebelumnya, personel gabungan melaksanakan apel gelar pasukan penjemputan masyarakat isoman untuk menjalani isoter. Apel dipimpin Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Puluhan kendaraan seperti truk, bus, dan ambulans juga disiagakan.
Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, apel gelar pasukan merupakan tindak lanjut dari evaluasi yang ditekankan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Invetasi, Luhut Binsar Panjaitan. Ia menyebutkan saat ini sekitar 8.000 masyarakat di Bali menjalani isolasi mandiri. “Yang kami lakukan adalah tracing sebaik-baiknya dan isolasi terpusat. Kita tahu sendiri, masalah Covid-19 ini berpacu setiap detik. Kami tidak mau membuat rencana panjang-panjang, hari ini juga dengan instansi terkait melaksanakan penjemputan,” tegasnya.
Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra menimpali, tidak semua pasien Covid-19 diarahkan untuk isoter. Bagi pasien dengan kondisi rumah dan lingkungan memadai, tidak dipindah ke tempat isolasi terpusat. “Pemprov Bali telah menyediakan tiga ribu kamar untuk memenuhi kebutuhan isoter pasien Covid-19 di Bali. Di tempat isoter disediakan obat, diberi makan dan istirahat. Kalau di rumah belum tentu dapat obat,” ungkapnya.
Putu Jayan Danu Putra mengajak semua pihak dapat berkontribusi dengan mendukung program isoter karena sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi Bali yang hidup dari sektor pariwisata. Menurutnya, bila kasus Covid-19 di Bali naik, maka turis pun enggan datang.“Jaga diri, jaga orang yang kita cintai, jaga Bali dengan melakukan isoter. Kami mengajak masyarakat yang positif Covid-19 untuk melaksanakan isoter,” harapnya. (dum)








