
DENPASAR – Biaya peralatan cukup besar baik untuk kebutuhan tunggangan maupun kroser sampai saat ini masih ditalangi pihak manajer tim motokros PON Bali. Bahkan kini persoalan baru muncul karena jenis tunggangan di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua Oktober mendatang berubah.
Seperti yang diutarakan manajer tim motokros PON Bali Cokorda Vicky Ari Wibisana Sudarsana, peralatan dengan nilai mahal untuk ukuran motor roda dua itu selama ini masih ditalanginya. Peralatan tunggangan itu diantaranya sparepart dalam mesin, ban, oli, bensin atau lainnya menyedot banyak biaya.
“Itu rutinitas yang seringkali diganti. Belum lagi dengan peralatan atau kebututah kroser atau atlet motokros sendiri seperti helm, sepatu dan kostum balap. Semuanya masih saya talangi dulu karena memang biaya bantuan peralatan dari KONI Bali sampai saat ini tak kunjung realisasi,” tegas pria biasa Cok Vicky, di sela-sela latihan di Wahana, Denpasar, Rabu 11 Agustus 2021.
Tak hanya itu saja, pada PON Papua nanti tunggangan juga telah ditentukan jenis motokros merk KTM.
“Sementara kami selama ini latihan menggunakan tunggangan Kawasaki KX. Padahal kami sudah harus mulai adaptasi dengan menggunakan KTM. Tapi kami tidak memiliki kendaraan itu makanya kalau pas latihan ada temen lainnya memiliki tunggangan KTM, kroser PON pinjam sebentar untuk latihan,” beber Cok Vicky.
Berangkat dari semua itu, dirinya berharap pihak KONI Bali bisa duduk bareng untuk mencari solusi bersama-sama.
“Artinya kebutuhan tim soal tunggangan KTM kan bisa dibicarakan. Kalau memang terlalu mahal untuk beli setidaknya bisa sewa sehingga menghemat biaya. Itu kalau KONI Bali mau motokros dapat emas. Saya realistis saja mengutarakan semua itu. Termasuk peralatan silahkan dimonitoring kalau ada kekurangan saya siap kok kalau KONI Bali langsung yang membelikan peralatannya langsung,” tutup Cok Vicky. (ari)








