Kelola Sampah Berbasis Sumber, Bupati Buleleng Resmikan TPS-3R Kussadari

0
240
olah sampah
Resmikan TPS-3R Kussadari Desa Temukus, Bupati Suradnyana gemakan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mendukung upaya masyarakat, bersama aparat desa dinas dan adat dalam mengelola sampah berbasis sumber. Pemkab Buleleng mengapreasiasi pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduse Reuse Recycle (TPS-3R) sebagaimana dilakukan warga masyarakat Desa Temukus Kecamatan Banjar sebagai bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan.

“Menurut saya, nama TPS-3R Kussadari Desa Temukus ini memiliki filosofi mendalam. Intinya, Kussadari bisa mewujudkan masyarakat sadar akan kebersihan, memperbaiki sanitasi lingkungan serta hal-hal preventif lain untuk dapat mewujudkan kesehatan lingkunan, terutama keluarga,” tandas Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Rabu, 11 Agustus 2021.

Didampingi Prebekel Desa Temukus, Made Karuna, Bupati Suradnyana mengajak dan mengimbau Prebekel, Bendesa Adat dan Petajuh Desa Adat serta Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan TPS-3R Kusssadari untuk mensosialisasikan keberadaan TPS-3R.

“Buleleng memiliki 24 TPS-3R yang dibangun dari bantuan pemerintah pusat dan 14 TPS-3R dari APBD Buleleng. Jika permasalahan sampah dapat diurai pada tingkat desa, maka beban TPA Bengkala akan lebih ringan dan tentunya dapat memperpanjang umur TPA tersebut,” tandas Bupati Suradnyana.

Prebekel Temukus Made Karuna mengungkapkan TPS-3R Kussadari yang terwujud berkat kessadaran dan kerjasama seluruh komponen desa dinas maupun adat ini, diharapkan tidak hanya dapat mengatasi persoalan sampah tapi juga kebersihan lingkungan.

Sementara Nyoman Dedi Arimbawa selaku Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan TPS-3R Kussadari memaparkan pengeloolaan TPS-3R Kussadari yang dibentuk berdasarkan Perdes dan Prerarem Desa Adat Temukus ini dilakukan dari tingkat rumah tangga berupa pemilahan sampah.

“Dengan konsep Urban Farming, dimana sampah organik hasil pemilahan rumah tangga diolah dan diuji menjadi kompos. Hasilnya berupa kompos, atai pupuk organik diperjual belikan dan mendukung kegiatan Green Zone berupa pembibitan tanaman seperti dapur hidup,” jelasnya.

Hasil dari kegiatan Green Zone yang dilakukan warga masyarakat, dijual dengan konsep Bisnis Sosial tanpa mengambil keuntungan.

“Dan konsep yang ketiga adalah Coffe Shop sebagai unit usaha pendukung dari TPS-3R Kussadari Desa Temukus,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 10 =