
DENPASAR – Atlet muaythai putri Sulawesi Selatan yakni Nadya kini menjadi sorotan dan fokus untuk diwaspadai atlet muaythai putri PON Bali, Luh Mas Sri Diana Wati pada PON XX/2020 yang dihelat tahun 2021 di Papua pada 2-15 Oktober 2021.
Seperti diutarakan pelatih tim Muaythai PON Bali Wayan Suwita, waspada itu karena baik Diana Wati maupun Madya pada tahun 2019 sama-sama penghuni pelatnas di nomor Wai kru putri. Dan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai pada Maret 2021, Diana Wati mengalahkan Nadya di babak final.
“Pasti semuanya diwaspadai. Tapi khusus di PON nanti memang Nadya yang menjadi rival berat. Hanya saja setelah Kejurnas lalu sampai saat ini kami belum tahu perkembangan Nadya karena tidak adanya even nasional sebagai tolok ukur untuk melihat perkembangan lawan,” ujar Suwita, Senin 9 Agustus 2021.
Sementara untuk progres latihan Diana Wati sendiri lanjutnya, menunjukkan progres bagus. Namun untuk latihan sedikit diprotek dan diberikan menu latihan yang tepat. Hal ini karena Diana Wati pernah cedera. Tapi berdasarkan performa Diana Wati di Kejurnas lalu dan tidak ada kejadian apa-apa maka cedera itu diharapkan tidak pernah muncul lagi termasuk di PON Papua.
“Khawatir sih ada sedikit tapi saya sudah melatih yang benar dan tepat guna menghindari munculnya cedera tersebut. Selama ini Diana Wati latihan sendiri karena kondisi masih pandemi Covid-19, meski sebenarnya ada atlet muaythai pelapis yakni Elga dari Gianyar yang juga saya latih. Biarlah aman dulu dan sehat serta jauh dari Covid-19 agar Diana Wati bisa tetap berlaga di PON Papua dengan tidak melakukan sparing,” pungkas Suwita. (ari)








