
GIANYAR – Seniman I Nyoman Sudarwa (56) asal Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, dipercaya menggarap patung Kapten I Wayan Dipta yang nantinya diletakkan di Baypass Dharma Giri, Pertigaan Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Sudarwa menceritakan, patung Kapten I Wayan Dipta dikerjakan mulai Juli 2021 dan ditarget rampung Desember mendatang. Ia mengawali dengan pembuatan sketsa wajah sesuai foto yang diberikan. “Foto Kapten I Wayan Mudita untuk sketsa ini merupakan satu-satunya yang ada sewaktu beliau masih muda,”ujar Sudarwa kepada wartawan melalui telepon, Selasa 3 Agustus 2021.
Sketsa sudah selesai sekitar seminggu lalu dan dilanjutkan pembuatan miniatur wajah dan kerangka patung. “Kebetulan, sekarang kerangkanya sedang digarap dan setelah selesai masuk ke tahap pengecoran,”ucap Sudawara sembari menambahkan penggarapan kerangka patung dilakukan di studionya di Jalan Trengguli, Denpasar Timur.
“Nantinya, pengerjaan lebih banyak di lokasi dan pengecorannya juga dilakukan sekalian supaya tidak dipotong-potong,” imbuhnya.
Sesuai rencana, patung Kapten Dipta memiliki tinggi 6,5 meter dengan berat sekitar 3 hingga 4 ton dengan pose memegang senjata sejenis samurai menghadap ke barat laut.
Sejauh ini, Sudarwa mengaku tidak menemui kendala berarti. Kendati demikian, ia tetap akan menemui keluarga Kapten Dipta. “Tujuannya untuk memastikan apakah wajah dan postur tubuh beliau sudah mirip. Sekarang masih menunggu kabar dari Dinas PU untuk bersama-sama datang ke rumah keluarga beliau,”ujarnya.
Dari karya-karyanya selama ini, Sudarwa menyatakan ada sesuatu yang istimewa dari pembuatan patung Kapten Dipta. “Ini sangat istimewa, bahkan sangat terikat karena menyangkut tokoh. Kalaupun nantinya ada revisi dari pihak keluarga, maka harus dikerjakan lagi dan kemungkinan sedikit rumit. Kalau sudah pas, ya itu artinya keberhasilan bagi saya,” jelas Sudarwa.
Sudarwa pun mengaku menjalin ikatan secara sekala niskala dengan sosok Kapten Dipta agar karyanya bisa maksimal. (jay)








