
DENPASAR – Beberapa atlet dan pelatih cabang olahraga (cabor) PON Bali masih ada beberapa yang absen masuk TC Sentralisasi. Mereka absen hari pertama masuk karena memang karena beberapa hal yang tidak bisa dihindari seperti masih ikut pelatnas, TC di Jakarta dan beberapa diantaranya sakit.
“Tidak ada masalah dengan semua itu karena kondisi dan situasinya seperti itu. Karena TC Sentralisasi ini yang bertanggung jawab KONI Bali maka kami akan menyiapkan rapid antigen untuk atlet dan pelatih yang akan masuk hotel. Kami siapkan khusus di Hotel Neo juga ada tim medis yang stand by 24 jam,” ungkap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Selasa 3 Agustus 2021.
Disebutkan mantan Ketua Umum KONI Badung itu, TC Sentralisasi dibagi 3 klaster dengan klaster 1 di Hotel Neo Denpasar terbagi untuk 21 cabor yakni atletik, renang, menembak, basket, tinju, bermotor, angkat besi, binaraga, sepaktakraw, panahan, selam, aeromodeling, tarung derajat, kempo, judo, karate, muaythai, voli pantai, layar, wushu dan catur.
“Sedangkan klaster 2 di Hotel Batukaru 3 tempat TC 7 cabor terdiri panjat tebing, pencak silat, taekwondo, rugby, bulutangkis, tenis lapangan dan biliar. Satu-satunya yang jauh yakni klaster 3 di Puri Tamu Hotel Jimbaran untuk cabor cricket. Pasalnya cabor cricket latihannya di Jimbaran,” tegas Suwandi.
Diharapkannya, bagi cabor yang berlatih diluar dan masih ada masyarakat umum, harus waspada. Itu harus pintar-pintar pelatih dalam mengatur seperti misalnya khusus atlet PON berlatih di ruangan sendiri, berlatih dengan kelompok atlet PON saja atau mejanya khusus atlet PON saja.
“Ini harus diperhatikan dan jangan sampai terpapar virus itu. Karena jika kena akan bubar. Bubar motivasinya, mentalnya takut saat latihan atau lainya,” pungkas Suwandi. (ari)








