
DENPASAR – Setelah melakoni latihan mandiri lalu, tim basket putra PON Bali menyambut baik TC Sentralisasi yang bakal digeber KONI Bali pada 3 Agustus 2021 selama dua bulan ke depan. Langkah utama yang dilakukan dalam program itu, para pemain basket putra bakal dikembalikan kebugaran fisiknya.
“TC sentralisasi itu sangat bagus, sehingga para atlet akan lebih terkontrol aktivitasnya terutama untuk latihan rutin, sehingga ketika diluar latihan mereka tidak bisa kelayapan yang memiliki resiko terpapar dalam masa pandemi Covid-19 saat ini,” ujar pelatih kepala tim basket PON Bali IGN Rusta Wijaya, Kamis 29 Juli 2021.
Langkah yang diambil di masa-masa awal TC Sentralisasi nantinya lanjutnya, tak lain mendongkrak kebugaran karena selama PPKM darurat lalu dan latihan dilakukan mandiri maka jelas ada penurunan kualitas fisik para pebasket putra PON.
“Artinya kalau seandainya tidak ada PPKM dan latihan mandiri fisik anak-anak sudah 100 % maka kini menjadi 80 persen. Itulah yang perlu kami dongkrak lagi di TC sentralisasi,” tegas Rusta Wijaya.
Selain itu hal lain yang bakal dijadikan menu utama latihan rutin untuk program yakni mematangkan system dan melakukan game-game internal sehingga secara performa terutama kesolidan tim juga mampu meningkat.
“Namun juga ada kondisi yang kurang memungkinkan nantinya, karena home base latihan kami yakni GOR Ngurah Rai Denpasar kabarnya nantinya juga digunakan tempat vaksin selama seminggu. Jadi kami harus pindah ke GOR lainnya, apakah di GOR Prajaraksaka atau GOR Merpati. Intinya dari semua ini kalau soal TC Sentralisasi, apa yang menjadi keputusan KONI Bali terkait aturan-aturan protokol kesehatan atau lainnya kami akan selalu mengikuti dan menjalankan. Keinginan saya paling utama tak lain para pemain itu sehat semuanya. Itu saja,” demikian Rusta Wijaya. (ari)








