
BULELENG – Membludaknya kasus konfirmasi di Kabupaten Buleleng membuat Asrama Undiksha Singaraja, penuh. Dengan kapasitas 95 kamar atau 190 bad (satu kamar dua bad), 34 bad diantaranya dalam kondisi rusak dan masih dipakai mahasiswa.
Asrama berlokasi di Desa Jinengdalam Kecamatan Buleleng ini hanya mampu menampung maksimal 142 pasien dengan status Orang Tanpa Gejala atau Gejala Ringan (OTG-GR). Untuk penanganan ratusan OTG-GR lainnya, Pemkab Buleleng sudah menyiapkan Asrama SMA/SMK Bali Mandara untuk isolasi terpusat.
“Asrama Undiksha penuh, pihak hotel juga tidak memberikan kepastian, sehingga sebagai gantinya kita siapkan dua asrama sekolah yakni SMA/SMK Negeri Bali Mandara dan SMA Taruna Mandara,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, Sabtu, 17 Juli 2021.
Pemanfaatan asrama sekolah, kata Suyasa yang juga Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng dilakukan karena kondisi darurat dan sejumlah hotel membatalkan kesiapan tempatnya untuk digunakan untuk isolasi terpusat.
“Sementara jumlah kasus terkonfirmasi cukup banyak perharinya, sehingga kami harus siapkan alternatif tempat untuk isolasi terpusat. Ketika hotel sudah tidak bisa menjadi alternatif dan sesuai petunjuk Sekda Provinsi Bali, kami siapkan asrama SMA/SMK Bali Mandara di Desa Kubutambahan dan SMK Taruna Mandara di Desa Kaliasem sebagai tempat isolasi mandiri,” terangnya.
Jika dalam kondisi normal, Asrama SMA/SMK Negeri Bali Mandara memiliki kapasitas 400 tempat tidur.
“Karena ini dimanfaatkan untuk menampung pasien Covid-19 dengan status OTG-GR, skema awal digunakan hanya 50 persen. Sehingga ada 200 tempat tidur yang bisa digunakan, termasuk alternatif penggunaan Asrama SMA Taruna Mandara,” pungkasnya. (kar)








