KPPAD Bali Soroti Konten Anak Pakai Masker ‘Cawet’

0
347
Konten berisi adeganseorang anak memakai masker celana dalam diunggah di YouTube.
Konten berisi adegan seorang anak memakai masker celana dalam diunggah di YouTube. (foto/screenshot Rads Channel).

DENPASAR – Ketua Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak (KPPAD) Provinsi Bali AA Sagung Ani Asmoro menyoroti konten video hiburan diperankan anak-anak berisi adegan memakai masker “cawet” atau celana dalam yang tayang di YouTube.

AA Sagung Ani Asmoro menilai pembuat konten video mengeksploitasi anak-anak. ” Secara pribadi maupun lembaga, saya sangat menyayangkan para YouTuber menggarap konten yang mengabaikan hak anak alias mengeksploitasi anak,”ujarnya saat dihubungi, Jumat 16 Juli 2021.

Paling disayangkan dalam tayangan video di YouTube itu berisi adegan seorang anak memakai masker celana dalam (CD) yang dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi kepolisian di tengah upaya menanggulangi pandemi Covid-19. “Pertama, itu pelecehan terhadap kepolisian. Kedua, CD dipakai masker itu tidak layak dan tidak mendidik,”tegasnya.

Saat ini, KPPAD bersama lembaga terkait sedang berupaya mencegah konten-konten mengandung eksploitasi anak-anak. ” Kami bersama Majelis Desa Adat Bali, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali telah menandatangi MoU tentang pelaksanaan edukasi perlindungan anak dan adat budaya Bali dalam perspektif konten YouTube dan media sosial pada 25 Maret 2021,”ungkapnya.

“Sebenarnya, kami sudah menjadwalkan mengundang para YouTuber untuk diajak duduk bersama agar ada pemahaman tentang perlindungan anak. Namun, karena ada PPKM Darurat sehingga belum bisa terlaksana,” imbuhnya.

Terpisah, Luh Putu Anggraeni dari Majelis Desa Adat Bali juga menyayangkan munculnya konten-konten yang memanfaatkan anak-anak. “Jangan asal mencari duit dan follower banyak tapi mengabaikan perlindungan anak-anak. Ini tidak benar dan tidak mendidik,”tegasnya.

Anak-anak, kata Anggraeni, belum mengerti apa-apa dan hanya beradegan sesuai keinginan pembuat konten. “Jelas pengarap video itu orang dewasa. Terkadang, kata-kata yang diucapkan kurang pantas dan tidak sopan, tapi dipaksakan agar lucu. Saya berharap tidak ada lagi konten video yang mengabaikan hak anak,”harapnya.

Video berjudul “Rama Ajak Begong Tangkep Polisi” berdurasi 2.34 menit itu diunggah di Rads Channel. Dalam adegan di pinggir jalan yang lokasinya belum diketahui, dua anak berperan sebagai polisi. Kemudian, dua anak mengenakan seragam SD melintas.
Satu orang anak yang disapa Rama terlihat mengendarai motor mini tidak memakai masker. Dua anak yang berperan sebagai Polwan tidak mengizinkan Rama lewat sebelum memakai masker. Kemudian, si anak cewek yang diboncengnya seolah-olah melepas celana dalam kemudian dijadikan masker oleh Rama. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here