
DENPASAR – Ditengah penerapan PPKM dan pandemi Covid-19 kondisi serba sulit harus dihadapi tim bulutangkis PON Bali. Hal ini lantaran latihan yang sebelumnya rutin dilakukan kini harus diistirahatkan karena para pebulutangkis PON Bali harus melakoni latihan mandiri yang pastinya hasilnya tidak seperti yang diharapkan dengan program yang sudah ada.
Seperti diutarakan manajer tim bulutangkis PON Bali IGB Arya Candra Palasara, Latihan tim bulutangkis PON Bali mau tidak mau diliburkan sampai 20 Juli mendatang. Dan diharapkan PPKM darurat tersebut tidak sampai diperpanjang sehingga latihan bersama bisa dijalankan lagi dengan program yang sudah ada.
“Meski latihan diliburkan dan diganti latihan mandiri, namun karena ada pebulutangkis yang memiliki lapangan sendiri seperti Made Pranita Sulistya Devi dan Made Deya Surya Saraswati, kalau ada rekannya di tim PON ikut latihan ya silahkan saja. Tapi utamanya ya harus mengedepankan protokol kesehatan dengan ketat,” jelas pria yang akrab disapa Tu Gus itu, Senin 12 Juli 2021.
Kondisi itu diakuinya, memang tidak akan bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan lantaran tidak didampingi pelatih PON secara rutin.
“Ini yang membuat kami serba sulit. Kalau tim PON tidak latihan maka kapasitas baik kebugaran, stamina atau teknisnya akan mengalami penurunan. Namun kalau latihan ya memang hasilnya tidak bisa seperti yang kita harapkan. Tapi ya lebih baik tetap latihan saja,” demikian Tu Gus seraya menambahkan, jika sebelu PPKM jadwal latihan sudah ditambah setiap pekannya dan diharapkan kondisi sekarang tak menurunkan kualitas fisik dan teknik para pebulutangkis Bali. (ari)








