
DENPASAR – Demi mematangkan kualitas menguasai jalur-jalur yang berbeda di lintasan panjat tebing, guna mengantisipasi bentuk jalur di PON XX/2021 di Papua pada Oktober mendatang, Pengprov FPTI Bali menyewa pembuat jalur dari provinsi lainnya yang nota bene juga pembuat jalur lintasan di PON Papua nantinya.
Menurut Ketua Umum FPTI Bali Putu Yudi Atmika, hal itu dilakukan karena memang untuk bentuk jalur lintasan pada PON Papua hanya bisa diketahui saat berlaga di PON Papua, sehingga wawasan dan latihan dengan banyak jalur berbeda sangat dibutuhkan para pemanjat tebing PON Bali.
“Kami sudah menyewa dua pembuat jalur dari NTB dan DKI Jakarta. Kalau pembuat jalur dari NTB yakni Roni sudah berada di Hotel Batukaru Pidada selama seminggu ini, kemungkinan kami sewa sekitar 2,5 bulan. Satu lagi dari DKI Jakarta tapi belum datang karena kondisinya masih Covid-19 dan kemungkinan nanti setelah PPKM darurat kami harapkan sudah di Bali. Namun semuanya sudah pasti kami mengutamakan protokol kesehatan kepada para pelatih, atlet dan semuanya,” ungkap Yudi Atmika, Minggu 11 Juli 2021.
Ditegaskan pria yang juga Wakil Sekretaris KONI Bali itu, Roni membuat jalur tak hanya untuk jalur putra saja melainkan juga jalur untuk putri dalam hal ini untuk pemanjat putri PON Bali Nadya Putri Virgita. Roni sendiri juga telah membuat beberapa jalur berbeda, karena tim panjat tebing PON Bali tetap melakuka latihan.
“Tim kami tetap melakukan latihan rutin hanya untuk frekwensinya dikurangi. Kalau sebelum PPKM darurat latihan pagi dan sore di lintasan panjat tebing di Tabanan, sekarang latihannya pagi saja dan sore harinya latihan fisik di hotel dan penguatan jari dengan lintasan yang kami buat di hotel. Kami tak boleh berhenti latihan karena kalau sampai berhenti maka akan sulit mengembalikan performa,” tutup Yudi Atmika. (ari)








