
DENPASAR – Even resmi olahraga tinju bertitel Rookie Fight yang bergengsi dan memiliki tujuan meluas bakal menggelegarkan sport tourism di Bali, seperti yang menjadi permintaan Gubernur Bali dari sisi olahraga. Para penggemar tinju asing juga terlibat di dalam even yang juga melibatkan petinju muda untuk pembinaan.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov Pertina Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah didampingi Ketua Panitia even itu, Made Murtika Sasmara Putra, tak hanya sifatnya untuk sport tourism, pembinaan petinju muda, memberikan ajang positif bagi kalangan penghobi tinju saja, namun juga untuk perekonomian Bali yang saat ini tengah goyah akibat pandemi Covid-19.
“Rookie Fight ini memiliki tujuan, misi dan hikmah sangat positif bagi Bali karena akan memberikan kontribusi positif untuk semua sector baik olahraga, ekonomi dan pariwisata Bali. Apalagi dengan masa pandemi sekarang ini, olahraga merupakan salah satu solusi juga untuk menjaga imun dan kebugaran,” ungkap De Gadjah diamini Sasmara Putra, Kamis 8 Juli 2021.
Tak hanya itu, even yang digelar Pertina Bali di Colony Creative Plaza Renon pada 19-21 Agustus itu diproteksi dengan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat.
“Kami akan menjalankan prokes sesuai aturan pemerintah. Pastinya aman dan nyaman,” tambah De Gadjah.
Sementara itu, Made Murtika Sasmara Putra memaparkan, even yang digelar dengan serangkaian HUT ke-78 Kemerdekaan RI itu akan mempertandingkan 11 kelas dengan kategori petinju junior usia 15-16 tahun, youth (17-18 tahun) dan elite (19-35 tahun).Sedangkan 11 kelas yang dipertandingkan yakni 46 kg, 49 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, 64 kg, 69 kg, 75 kg, 81 kg, 90 kg dan 100+kg.
“Semua petinju khususnya berasal dari pengkab/pengkot, sasana tinju maupu dari Gym,” tutup Sasmara Putra. (ari)








