Vaksinasi Berbasis Banjar Ditutup, Agustus Gianyar Zona Hijau

0
583
Bupati Made Mahayastra menyampaikan peta wilayah vaksinasi dan perkembangan Covid-19.

GIANYAR – Vaksinasi berbasis banjar tahap pertama di kabupaten Gianyar ditutup per Kamis 1 Juli 2021. 79 persen masyarakat Bumi Seni sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra. “Vaksin tahap pertama sudah clear hari ini dan secara resmi vaksin pertama berbasis banjar saya sudah tutup. Persentase sudah 79 %, sisanya ada warga Gianyar di luar tapi tercatat di Gianyar mendapat vaksin di daerah lain. Misalnya, pekerja hotel di Badung, itu dia vaksinnya di Badung,” ujar Mahayastra.

Mahayastra menyebutkan, di Gianyar terdapat 556 banjar dan tim vaksinasi sudah turun di 70 desa/kelurahan. “Semua masyarakat sudah divaksin. Tim turun ke banjar sehari sudah selesai. Hanya ada beberapa di desa besar selesainya tiga sampai empat hari,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Polemik Tanah Pasar Umum Gianyar, Fraksi Golkar Dorong Pemkab dan Desa Adat Mediasi

Sementara, vaksinasi tahap dua ditarget selesai sampai akhir Agustus. “Dari data ini, warna hijau pekat sudah selesai di akhir bulan Agustus. Ini sudah ada tanggal dan jadwalnya,” jelasnya.

Dari jumlah sasaran vaksin usia 18 tahun ke atas 352.808 orang, masih ada sisa 71.135 orang warga yang belum mendapat vaksin karena beberapa faktor, seperti ada KTP Gianyar, domisili di luar karena pekerjaan dinas, tidak lolos meja skrining, dan beberapa orang memang phobia disuntik.

“Di meja skrining ini paling banyak tidak lolos, rata-rata 10-15%. Karena hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit lain yang secara medis tidak dibolehkan dokter. Ada beberapa persen yang memang phobia, tidak mau keluar rumah karena takut jarum suntik tapi jumlahnya sangat kecil,” beber Mahayastra.

BACA JUGA:   Lapangan Kapten Mudita Dipasangi "Police Line"

Bagaimana dengan warga yang hingga kini belum divaksin? Mahayastra mempersilakan vaksinasi di puskesmas atau rumah sakit tanpa dipungut biaya. “Vaksin mandiri tidak dikenai biaya karena sudah disubsidi oleh pemerintah pusat, yang diperjuangkan pak Gubenur,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan rasa bangga karena suksesnya vaksinasi tidak terlepas dari antusias warga, kerja keras nakes serta gotong royong seluruh OPD. Terlebih hingga kini, Bali umumnya selalu mendapat menerima pujian pusat karena ketaatan prokes dan tingginya tingkat kesuksesan vaksinasi dibanding daerah lain.

“Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat, nakes dan OPD atas capain ini. Mudah-mudahan dari keseriusan semua lapisan masyarakat ini juga diikuti oleh pemerintah pusat dalam menjalankan komitmennya, yakni membuka pariwisata Bali. Karena nantinya akan beimplikasi pada pendapatan daerah. Tanpa anggaran pemerintahan juga akan sulit berjalan dan melayani masyarakat,” harapnya.

BACA JUGA:   Sembuh Sembilan Orang, Positif Enam Orang

“Juga kepada kepala desa, kelian adat yang mulai dari pagi ngedig kulkul (bunyikan kentongan) manggil warga untuk vaksinasi saya ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Semeentara, kasus Covid-19 di Gianyar sangat landai dan persentase kesembuhan mencapai 95%. “Memang ada penambahan kasus swabnya diluar, tapi KTP-nya Gianyar, ya tetap masuk Gianyar, tapi persentase kesembuhannya di atas 90%,” tandas Mahayastra. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + eighteen =