
DENPASAR – Tidak diperbolehkannya salah seorang judoka PON Bali di kelas 73 kg, I Komang Adiartha oleh PB PJSI pada PON XX/2021 Oktober mendatang yang dinilai kontroversial, membuat pelatih tim judo PON Bali kesulitan untuk mencari penggantinya, meski ada opsi lain.
Menurut salah seorang pelatih tim judo PON Bali, Agus Putra Adanyana, dalih yang digunakan untuk tidak memperbolehkan Adiartha yang akhirnya memunculkan kontroversial itu, tak lain karena Adiartha membela cabang olahraga (cabor) kuras pada SEA Games lalu. Padahal Adiartha membawa nama Indonesia dan tidak masuk judoka pelatnas.
“Memang opsi pengganti judoka yang lainnya masih ada tapi sulit untuk mengejar masalah teknis. Judoka yang lolos PON dan masuk long list itu di kelas sama ada Adiartha dan Adi Wirawan. Hanya saja untuk Adi Wirawan dalam membentuk kembali fisik dan kekuatanya membutuhkan waktu berbulan-bulan meskipun dari sisi teknik tidak kami ragukan. Ini kesulitan kami,” tutur Agus Putra Adnyana, Kamis 1 Juli 2021.
Disebutkannya, saat ini Pengprov PJSI Bali masih tengah berjuang untuk mempertanyakan ke PB PJSI terkait agar Adiartha diperbolehkan turun di PON Papua nantinya. Perjuangan tersebut juga bakal dilakukan pada Manager Meeting pada akhir Juli ini.
“Kami akan berjuang dan mengupayakan di manager meeting nanti. Semoga bisa. Jika tidak kami masih memiliki pengganti lainnya yang tidak ada pilihan lagi selain Adi Wirawan. Adi Wirawan sendiri di kelas sama dengan Adiartha juga lolos PON. Hanya saja karena aturan di sat kelas hanya satu wakil judoka maka Adiartha yang membela Bali. Sementara Adi Wirawan tetap masuk long list dan masih berpeluang mengganti Adiartha,” demikian Agus Putra Adnyana. (ari)








