
DENPASAR – Menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, PDIP Bali mulai memanaskan mesin partainya. Pada Pileg dan Pilpres 2024 nanti, PDIP miliki tekad kuat sesuai ketetapan pada Kongres dan perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membuat hattrik secara nasional. Memenangkan kembali Pileg dan Pilpres tiga kali berturut. Tahun 2024, diwajibkan secara moral dan politik untuk menang hattrick secara nasional, secara khusus di Bali harus menang.
Penegasan itu disampaikan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP PDIP bidang program dan pemerintahan Arief Wibowo pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Bali di Inna Grand Inna Bali Beach Sanur, Minggu 20 Juni 2021. Rakercab dan Rakerda yang dihadiri 209 kader anggota fraksi dan kader di eksekutif PDIP mengambil tema “Desa Kuat, Indonesia maju dan berdaulat” dengan sub tema “Desa Taman sari kemajuan nusantara, memantapkan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pola Pembangunan Semesta Berencana.
Rakerda dihadiri Ketua DPP PDIP Made Urip, Wayan Koster,Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati/Walikota dari PDIP, Anggota DPR RI asal Bali dari PDIP, Fraksi PDIP Provinsi dan Kabupaten/Kota, Ketua DPC PDIP, dan kader PDIP se-Bali salah satunya kader anyar dari Klungkung Nyoman Suwirta.
Menurut Arief Wibowo pelaksanaan Rakerda merupakan kewajiban setiap partai yang tertuang dalam AD/RT partai. Arif Wibisono mengatakan dengan berbagai norma yang dirumuskan menjadi dasar kegiatan ini tentu dimaksudkan sebagai upaya strategis partai untuk memastikan bahwa partai kedepan tetap pada track yang semestinya dan seharusnya.
Semua kader partai dalam struktur organisasi partai, eksekutif dan legislatif melakukan evaluasi terhadap kinerja dan capaian-capaian yang telah dicapai. Sebab dalam Rakercab dan Rakerda memiliki esensi yang sama yakni yaitu sebagai bentuk koordinasi dan konsolidasi, evaluasi, terhadap segala hal berkaitan dengan kepartaian. Salah satunya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada serentak yang telah dilaksanakan dan capaiannya. Dalam Rakercab dan Rakerda ini akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang selanjutnya rekomendasi tersebut akan diteruskan ke DPP PDIP.
“Rekomendasinya itu berbasis situasi dan kondisi serta dinamika masing-masing wilayah. Nanti akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas), apa yang menjadi rekomendasi ditingkat provinsi akan dibicarakan dan diintegrasikan dengan daerah lainnya di Indonesia, kemudian menjadi rekomendasi partai,”jelasnya.
Dari penyampaian masing-masing DPC kabupaten se Bali, semua DPC menyampaikan laporan kinerja kepengurusan partai mulai dari struktur organisasi kepengurusan, capaian Pileg dan Pilkada, penempatan kader di tingkat DPRD Kabupaten Kota, Provinsi dan di DPRRI. Tak kalah pentingnya, pembangunan Sekretariat DPC Partai seperti DPC Kabupaten Gianyar menjadi Kantor Sekretariat terbaik nomor dua seluruh Indonesia setelah DPP. Hanya saja dalam rekomendasi yang disampaikan tidak ada menyampaikan rekomendasi terhadap calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Menurut Arief Wibowo, tidak ada penyampaian rekomendasi atau membahas soal calon yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, selaku Wasekjen yang diutus DPP, pihaknya hanya memberikan pemahaman terkait persiapan Pemilu baik Pileg maupun Pilpres. Sebab, mengenai siapa calon presiden yang akan diusung oleh PDIP, menjadi kewenangan penuh dari Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri.
“Kami tidak merekomendasikan nama capres, kami hanya memberikan arahan, penjelasan dan penegasan soal Pileg, Pilpres dan lainnya. Mengenai nama yang akan diusung merupakan mutlak wewenang dari Ketua Umum dan sebagai kader partai harus bisa menjalankan keputusan,”katanya.
Koster Minta Kader PDIP Lakukan Persiapan Pilkada Serentak 2024
Sementara, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster menyampaikan, Rakerda dan Rakercab merupakan suatu bentuk rumusan partai disemua jenjang ditingkat provinsi dan kabupaten/kota. Rumusan tersebut akan menjadi dasar dan pedoman partai disemua jenjang kepartaian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Wayan Koster meminta kepada kader-kader PDIP di Bali yang ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Pilkada serentak mendatang bisa membuat visi misi berdasarkan Pola Pembangunan Semesta Berencana serta Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Koster mengatakan, kedua pedoman pembangunan tersebut merupakan strategi politik untuk melaksanakan ideologi partai di Provinsi Bali dalam kesatuan wilayah.
“Calon Kepala Daerah dari PDIP pada Pilkada serentak 2024 merupakan kewajiban dalam melaksanakan Pola Pembangunan Semesta Berencana yang diselaraskan dengan kearifan lokal sesuai visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi yang akan maju pada Pilkada 2024 bersiap-siaplah mulai sekarang dengan visi tersebut,”pintanya. (arn)








