
DENPASAR – Setelah ada kepastian sebelumnya jika tim tarung derajat PON Jawa Tengah (Jateng) bakal menjajal kemampuan tim tarung derajat PON Bali pada 21 Juli mendatang, selanjutnya tim tarung derajat PON Jawa Barat (Jabar) bakal menjajal Bali pada Agustus mendatang.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Kodrat Bali AA Bagus Tri Candra Arka, kedatangan provinsi lahirnya cabang olahraga tarung derajat itu pastinya memberikan nilai positif bagi Bali.
“Sangat positif bisa try in atau uji coba di Bali dengan Jabar. Pasalnya kami bisa melihat dan mengevaluasi terkait teknik fisik dan mental para petarung PON Bali. Palagi Jabar datang dengan petarung peraih-peraih medali pra-PON lalu dan nama petarung Jabar masuk by name cabor tarung derajat di PON XX/2021 di Papua Oktober nanti,” ungkap Tri Candra Arka, Minggu 13 Juni 2021.
Perkembangan dan evaluasi yang bisa dilihat dari petarung PON Bali dalam try in itu diakui pria yang akrab disapa Gung Cok itu utamanya juga melihat sejauh mana petarung Bali memahami dan mengembangkan teknik yang diberikan pelatih.
“Soal teknik petarung semua sama, hanya memang tidak semua bisa mengemas dan mengembangkan teknik itu sesuai dengan ritme, inovasi dan improvisasi terkait pukulan dan teknik tendangan. Itu yang nanti akan dicermati dan dilakukan pembenahan oleh para pelatih tarung derajat PON Bali,” tambah Gung Cok.
Lantas apa kelebihan dari Jabar ? Disebutkannya, kelebihan Jabar memiliki kepercayaan tinggi karena merupakan daerah kelahiran cabor itu. “Tapi nyataya kami lebih unggul di tarung. Kalau Jabar unggul di seni gerak dan tak pernah lepas meraih medali emas mulai PON 2008 silam,” tutup Gung Cok. (ari)








