
DENPASAR – Tekad KONI Bali untuk mempersiapkan para atlet PON Bali selalu serius. Bahkan semua hal langsung dipantau, tak terkecuali soal kesiapan matang para atlet dalam melakoni TC Desentralisasi sekarang ini.
Menurut Ketua Umum (Ketum) KONI Bali Ketut Suwandi, akurasi data dan fakta dilapangan soal atlet PON Bali kini tengah dikerjakan dengan teliti.
“Artinya monitoring terus kami lakukan ke semua cabang olahraga (cabor) PON sampai nanti berangkat ke Papua, untuk melihat perkembangan para atlet. Guna mensinkronkan atau menyesuaikan antara laporan pelatih dan data yang kami pegang,” tegas Ketut Suwandi, Minggu 13 Juni 2021.
Hanya bedanya, dalam melakukan monitoring lanjut mantan Ketua Umum KONI Badung itu, monitoring yang dilakukan sekarang ini harus langsung ke lapangan dan keliling karena masa TC desentralisasi, sedangkan saat TC Sentralisasi nantinya bakal hanya ditunggu saja.
“Kami juga akan terus mendengar, melihat dan kami diskusikan dengan Binpres kalau ada catatan kami dapatkan selanjutnya kami diskusikan. Misalkan soal atlet mengalami peningkatan berat badan dan gemuk, maka kami diskusikan dengan pelatih soal berapa lama menurunkan berat badan itu. Jadi tak harus diskusi soal jika harus juara saja,” beber Suwandi.
Dengan demikian, menurut Ketua Umum KONI Bali dua periode itu, KONI Bali bisa berbicara fakta dan data.
“Kami punya data seperti apa dan bagaimana dengan dilapangan dan datanya seperti. Kami selalu mengutamakan kebersamaan karena KONI Bali memiliki tugas manajerial, pengawasan dan pembinaan. Sedangkan atlet memiliki tugas teknis dimana membuat prestasi bagus dan semua itu harus kolaborasi,” pungkas Suwandi. (ari)








