
Mentan Syahrul Yasin Limpo membuka Millenial Smartfarming Bali Tahun 2021 di Ring Bugo Camp Ridjasa Hill, Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg Kecamatan Banjar
BULELENG – Pembukaan kegiatan Millenial Smartfarming Bali Tahun 2021, tak hanya dimanfaatkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo untuk menyapa dan memotivasi Petani Indonesia agar tetap eksis ditengah Pandemi Covid-19. Pada kegiatan yang dihelat PT. BNI, Mentan Limpo juga mengingatkan agar pertanian sebagai profesi dan aktivitas khas Negara Agraris harus dijaga sehingga tidak ada yang kelaparan.
“Pertanian adalah profesi dan aktivitas yang harus dijaga, tidak boleh ada yang lapar,” tandas Mentan Syahrul Yasin Limpo, Jumat, 11 Juni 2021 saat membuka Millenial Smartfarming Bali Tahun 2021 di Ring Bugo Camp Ridjasa Hill, Banjar Dinas Asah Desa Gobleg Kecamatan Banjar.
Mentan Limpo menegaskan, Millenial Smartfarming Bali 2021 merupakan salah satu bentuk terobosan strategis dalam rekayasa pertanian dengan pendekatan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Sesuai arahan presiden untuk membangkitkan petani muda agar tertarik dengan pertanian, hari ini kita coba inovasi berupa aplikasi Millenial Smartfarming bersama BNI, untuk peningkatkan pertanian dengan pemanfaatan teknologi digital,” ungkapnya.
Dengan teknologi, pemantauan vegetasi atau pertumbuhan pertanian bisa dilakukan dengan program jelas dan menguntungkan.
“Dengan teknologi produk bisa dipasarkan tepat waktu dan hitungan yang baik,” tandas Limpo seraya berharap pertanian yang digarap dengan kerjasama yang kuat dan tulus bisa menjadi embrio kebangkitan ekonomi nasional yang dapat dinikmati rakyat. (kar)








