Oknum Sulinggih Terjerat Pencabulan Divonis 4,5 Tahun Penjara

0
211
Terdakwa I Wayan Mahardika dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara.

DENPASAR – Sidang kasus pencabulan menjerat I Wayan Mahardika (38) memasuki babak akhir. Terdakwa yang mengaku sulinggih itu divonis 4 tahun dan 6 bulan (4,5 tahun) penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa 8 Juni 2021.

Vonis dijatuhkan Ketua Majelis Hakim I Made Pasek lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni 6 tahun penjara. Hakim menilai terdakwa terbukti melakukan pencabulan terhadap KYD dan melanggar Pasal 289 KUHP. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan. Menyatakan masa tahanan yang telah dijalani dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam tahanan sementara,” demikian bunyi beberapa poin putusan hakim.

Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa dilakukan terhadap seorang perempuan yang telah menganggap terdakwa sebagai guru spiritual yang dihormatinya. “Perbuatan terdakwa sempat meresahkan masyarakat khususnya Umat Hindu di Bali dan terdakwa berusaha memungkiri perbuatanya,” tegas I Made Pasek.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan, memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan terdakwa dapat diharapkan untuk memperbaiki kelakuannya.

Setelah mendengar putusan ini, Mahardika yang menghadiri sidang secara daring menyatakan banding. “Saya banding Yang Mulia,” ujar Mahardika dari balik layar monitor.

Seperti diwartakan, Mahardika dilaporkan ke Polda Bali pada 9 Juli 2020 atas kasus dugaan perbuatan cabul terhadap KYD. Perbuatannya dilakukan pada Sabtu 4 Juni 2020 sekitar pukul 01.00 WITA saat korban melukat atau pembersihan diri di area Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here