
BULELENG – Meski dengan keterbatasan Protokol Kesehatan (prokes), peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 tahun 2021, tetap dan bahkan menjadi sangat istimewa. Bukan karena semakin meningkatkan kesadaran umat dalam pelaksanaan damma, peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 yang bertepatan dengan 50 tahun berdirinya Wihara Brahma Arama (WBA) di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar.
“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah dan donatur, sehingga hingga berumur 50 tahun, Wihara Brahma Arama diberi kesempatan untuk mengembangkan sifat-sifat Brahma, yakni sifat cinta kasih universal, empati kepada mahluk yang mengalami derita, bersimpati kepada mahluk yang berbahagia,” tandas Ida Bagus Rahula, Rabu, 26 Mei 2021 usai peringatan 50 Tahun WBA sekaligus Dammapuja di wihara setempat.
Putra pendiri WBA, Bikhu Giri Rakhito Mahatera ini mengungkapkan, para bhiku, umat serta yogi yang berasal dari berbagai negara berharap, dammapuja terbatas serangkaian peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 dapat menebarkan vibrasi kedamaian kepada dunia.
“Bagaiamana kita, melalui damapuja bisa memaknai ajaran budha mampu menyeimbangkan rasa suka dan tidak suka, sebagai kehidupan nyata, atau itulah kehidupan kita. Itulah, Brahma Wihara Arama, yang senantiasa menggali, mempelajari, mengembangkan dan melaksanakan sifat-sifat brahma, melalui meditasi, yoga dan diskusi,” terangnya.
Dengan mengutamakan praktek, WBA juga berharap mampu berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan negara ini dibidang pembangunan mental spiritual.
“Lebih spesifik lagi, bagaimana meraka mampu mengelola diri sendiri untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (kar)








